Suara.com - Massa dari Pengurus Pusat Persaudaraan Muslim Indonesia mendatangi gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gajah Mada, nomor 17, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016). Mereka bermaksud untuk mengikuti persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa calon gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Namun, polisi tak mengizinkan mereka memasuki kawasan pengadilan.
Akhirnya, mereka berkumpul di depan pinggir jalan depan pengadilan.
Salah satu pelapor kasus Ahok, Pedri Kasman, pun berorasi. Dia menyatakan kecewa karena polisi tak mengizinkannya masuk ke ruang sidang. Dia menilai polisi melakukan tindakan diskriminasi.
"Kami sudah dari pagi di sini, kami lihat ada diskriminasi dalam sidang ini, sidang saat lemah dan amburadul, seharusnya pelapor dan terlapor ada di ruang sidang, kenapa kami dihalang-halangi masuk," kata Pedri.
Pedri yang juga Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah kemudian meminta Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Dwiyono dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk bertanggungjawab.
"Kami minta pak kapolres dan pihak pengadilan harus bertanggungjawab. Semestinya mereka harusnya proporsional, kami sebagai pelapor kenapa tidak boleh masuk ?" ujar Pedri.
Menurut pantauan Suara.com, anggota polisi menjaga ketat kawasan di depan pengadilan. Penjagaan ketat juga dilakukan di dalam area gerbang.
Konsentrasi massa di depa pengadilan berdampak pada arus lalu lintas yang mengarah ke Kota Tua.
Polisi mengarahkan kendaraan untuk masuk busway.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Bikin Haru! Isi Lengkap Surat Megawati untuk Iran atas Gugurnya Ali Khamenei
-
Satu Meja di Istana Merdeka: Prabowo Buka Puasa Bareng Pimpinan NU, Muhammadiyah, dan MUI
-
Sisi Gelap Kapal Cumi Tiongkok: Separuh Awak Alami Kekerasan hingga Aktivitas Merusak Lingkungan