Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menganggap angka 20 sampai 25 persen untuk Presidential Threshold merupakan angka yang realistis. Angka tersebut dinilai memberikan kesempatan kepada calon presiden yang akan bertarung dalam Pemilu 2019.
"Sedangkan untuk Parliamentary Threshold, PDI Perjuangan menakar di angka 5 sampai 10 persen," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Andreas Hugo Parera di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/1/2017).
Andreas mengatakan, angka ini ditujukan supaya pencalonan presiden terasa lebih istimewa dan ekslusif.
"Karena menjadi calon presiden itu jangan terlalu mudahlah yang setiap orang bisa mengajukan calon presiden. Jadi kesannya, enggak ekslusif. Sementara mencalonkan diri sabagai calon presiden kan hal yang istimewa," kata Andreas di DPR, Jakarta, Senin (16/1/2017).
Andreas menambahkan, PDI Perjuangan juga mengusulkan supaya Parliamentary Threshold dibatasi di angka 5 sampai 10 persen. Dengan demikian, partai yang masuk ke parlemen menjadi sekitar lima atau enam partai. Sehingga, makin dikit partai yang ada di parlemen makan akan makin efektif dalam pengambilan keputusan.
"Coba bayangkan, ada fraksi yagn anggotanya yang kurang dari 30, betapa sulitnya dia ikut dalam semua kegiatan," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel