News / Nasional
Selasa, 04 April 2017 | 08:33 WIB
Ilustrasi [shutterstock/Frenzel]

Suara.com - Begitulah cinta, deritanya tanpa akhir, seperti yang dirasakan oleh Dedy Dores Kokuta, pria berusia 24 tahun, warga Desa Kusuri Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Dedy diketemukan meninggal gantung diri di pohon rambutan oleh sang adik, Senin (3/4/2017). Ia nekat mengakhiri hidup secara tak wajar diduga lantaran jalinan cinta dengan gadis pilihannya tak kunjung mendapat restu sang ibu.

Tak hanya karena persoalan cinta, Dedy juga diduga frustrasi karena tak mampu membeli sepeda motor yang telah lama ia impikan. Mendapatkan motor itu bak mimpi di siang bolong bagi Dedy yang tak memunyai penghasilan memadai.

“Saya yang kali pertama melihat kakak gantung diri di atas pohon rambutan, dekat rumah. Sebelumnya, saya memang mencari keberadaan dia,” kata Rizal, adik Dedy.

Ia mengatakan, Dedy sejak Senin pagi tak tampak di dalam rumah. Karenanya, sang ibu meminta Rizal ikut mencari sang kakak.

Namun, setelah lama melakukan pencarian tak kunjung bertemu, Rizal kembali ke rumah. Karena penasaran, ia lalu mencoba mencari sang kakak di sekitar rumah.

“Ketika saya kembali mencari, kakak sudah tergantung di atas pohon. Saya langsung berteriak dan memanggil ibu setelahnya,” tuturnya.

Sang ibu yang tergopoh-gopoh datang, kontan ikut menjerit histeris melihat buah hatinya terlebih dulu pergi dari dunia dengan cara tak wajar.

Baca Juga: Kamaludin Meninggal saat Sujud di Depan Gerbang Masjid Raya Bogor

Warga sekitar kemudian berdatangan setelah mendengar jeritan ibu Dedy. Mereka lalu menurunkan korban dan membawanya ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

Kekinin, jenazah Dedy sudah dikembalikan ke keluarga karena mereka menolak mengizinkan dokter melakukan autopsi.

 

Load More