Suara.com - Kendati belum pasti jadi peserta Pemilihan Umum 2019, namun Partai Republik telah memastikan dukungannya terhadap Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden tahun 2019.
Dijelaskan Sekjen Partai Republik, Unggul Kurniawan, dukungan untuk Jokowi tak lepas dari latar belakang banyak anggotanya yang sebelumnya berasal dari relawan Jokowi.
"Partai Republik terbentuk dari sekelompok relawan militannya Pak Jokowi sejak Pilgub (DKI 2012) sampai Pilpres (2014)," kata Unggul di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2017).
Partai Republik sendiri telah resmi mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2019. Pendaftaran dipimpin langsung Ketua Umum Partai Republik, Mayjen TNI (Purn) Suharno Prawiro, didampingi beberapa pengurus teras.
Suharno berharap partai yang pernah mengikuti Pemilu 1999 tersebut dapat menyalurkan aspirasi masyarakat.
"Semoga Partai Republik, yang mana 'Re' itu artinya kembali, 'Publik' itu artinya rakyat, (jadi) partai yang berasal dari rakyat dan untuk rakyat, partai yang ingin ikut berkiprah di Pemilu 2019," kata Suharno.
Partai Republik didirikan pada tanggal 21 Mei 1998. Tahun 1999, Partai Republik mengikuti Pemilu, namun gagal mendapatkan suara yang signifikan.
Lalu, pada dua Pemilu berikutnya--2004 dan 2009--Partai Republik memutuskan tidak ikuti berpartisipasi.
Pada tahun 2016, partai berlambang Rajawali Merah ini terlahir kembali dengan anggota dan kepengurusan yang baru.
Baca Juga: Kalahkan Partai Besar, Begini Strategi Partai Republik
"Sudah setahun ini kami kelola. Dan Alhamdulillah dengan teori amoeba yang kami kembangkan, cepat terbentuk kepengurusannya," kata Suharno.
Tag
Berita Terkait
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Perang Iran Vs AS-Israel Terus Memanas, BEM SI Desak Program MBG Dievaluasi Tapi Jangan Disetop
-
Ambisi Perang AS-Zionis Bikin Rakyat Israel Sengsara, Muncul Seruan Gulingkan Netanyahu
-
Indonesia Marah Besar di PBB Setelah 3 Pasukan TNI Gugur Akibat Serangan Militer Israel
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor
-
Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku
-
WFH ASN Bukan Work From Anywhere, Kemenag Tegaskan Pegawai Harus Standby di Rumah
-
Indonesia Berduka Nama Personel UNIFIL yang Tewas Dibacakan Lantang di Depan Dewan Keamanan PBB
-
Belajar dari Zebra Cross 'Pac-Man', Pemprov DKI Diminta Wadahi Kreativitas Warga di Fasilitas Publik
-
Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang