"Staf kami tidak dapat mencegah insiden semacam itu. Kami hanya memfasilitasi dengan pihak berwenang, dan kami selalu meminta agar kunjungan tersebut berlangsung tanpa gangguan."
Hazan sendiri mengatakan, dia sengaja mencegat bus itu untuk mempromosikan undang-undang yang melarang warga Palestina dalam penjara Israel dikunjungi keluarga masing-masing.
Larangan itu akan diberlakukan melalui UU tersebut sampai Palestina mengembalikan sejumlah tentara Israel yang ditahan di Gaza.
"Saya ingin mengirim pesan kepada kalian semua," katanya.
"Teman-teman Anda di Gaza menahan saudara laki-laki kami, Hadar Goldin dan Oron Shaul dan Avera Mengistu. Jika Anda tidak menyampaikan pesan ini bahwa kami ingin anak-anak kami kembali, Anda tidak akan melihat anak laki-laki atau suami Anda atau keluarga Anda. Seperti ini di sini, Anda tidak akan melihat mereka hidup-hidup. "
Hada, Oron, dan Avera, merupakan tentara Israel yang ditahan Hamas—faksi Palestina yang menguasai Gaza—sejak tahun 2014.
Hingga kekinian tak jelas apakah ketiga tentara Israel itu masih hidup atau mati.
Baca Juga: Ikut Pilkada Jawa Tengah? Ini Jawaban Jenderal Buwas
Berita Terkait
-
Dewan Islam-Kristen Yerusalem Desak Bikin Tentara Palestina
-
Dubes AS: Jangan Sebut Tepi Barat 'Wilayah Pendudukan' Israel
-
Arab Saudi Tak Beri Visa Pecatur Israel Ikuti Turnamen di Riyadh
-
Ahmadiyah Indonesia: Yerusalem Harus Jadi Ibu Kota Setiap Agama
-
Israel Bikin Undang-Undang agar Bisa Hukum Mati Warga Palestina
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
Terkini
-
Awal Puasa, Satgas SABER Polda Metro Cek Harga dan Stok di Pasar Koja, 46 Titik Dipantau Setiap Hari
-
Pascabencana, Menhub Pastikan Bandara dan Pelabuhan Sumatra Siap Layani Mudik 2026
-
Cegah Penimbunan Hingga Permainan Harga, Polres Metro Jakarta Barat Sidak Pasar di Kebon Jeruk
-
Presiden Prabowo Saksikan 11 MoU Senilai USD 38,4 M di Business Summit US-ABC
-
Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan
-
ART Diduga Disiksa ASN BPK di Gunung Putri, Kapolres: Hari Ini Gelar Perkara Penetapan Tersangka
-
Tutup Masa Sidang, Puan Tegaskan Posisi RI di Board of Peace Harus Berlandaskan Politik Bebas Aktif
-
Kompolnas: Peluang AKBP Didik Dipecat Sangat Besar, Sidang Etik Uji Ketegasan Polri
-
Jejak Bandar E dan 'Nyanyian' Kasat: Bagaimana Narkoba Mengakar di Pucuk Pimpinan Polisi Bima Kota?
-
DPR Sahkan Kesimpulan Komisi III: MKMK Tak Berwenang Intervensi Pemilihan Adies Kadir Sebagai Hakim