Suara.com - Penolakan Hong Kong terhadap kedatangan Ustadz Abdul Somad pada Minggu (24/12/2017) menjadi pembicaraan hangat di masyarakat belakangan ini.
Berbagai spekulasi mengenai tujuan Abdul Somad ke Hong Kong muncul. Di antaranya, menduganya ada kepentingan terkait pemilu presiden tahun 2019. Seperti diketahui, banyak warga negeri ini yang bekerja di Hong Kong.
Tapi, menurut Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKS Hidayat Nurwahid terlalu sempit kalau kedatangan Abdul Somad ke Hong Kong dikaitkan dengan pilpres. Meskipun di sana banyak TKI, kata Hidayat, persentase peserta pemilu sangat rendah.
"Jadi terlalu dibesar-besarkan juga kalau itu urusannya terkait dengan pilpres. kejauhan. Warga Indonesia di Hong Kong itu tidak mikir 2019," kata Hidayat di gedung MPR, Jakarta, Jumat (29/12/2017).
Menurut Hidayat harapan TKI di Hong Kong dengan mengundang Abdul Somad sederhana. Mereka ingin bertemu tokoh agama yang sedang digandrungi sebagian besar umat di Indonesia.
"Mereka senang bertemu dengan tokoh Indonesia, pihak yang lagi ngetren di Indonesia. Ya mereka senang mendapatkan siraman rohani dan mereka senang berkumpul, itu saja," kata Hidayat.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa Ramadan Penuh? Ini Kata Ulama
-
Apakah Boleh Memakai Lipstik di Bulan Ramadan? Ini Kata UAS hingga NU
-
UAS Turun Gunung Luruskan Berita OTT Gubernur Riau: Itu yang Betul
-
Viral Ustaz Abdul Somad Sindir Pedas Orang Tua yang Marah Anaknya Dihukum Guru
-
UAS Umpamakan Hubungan Santri dengan Kiai lewat Mahzab Cinta: Susah Dilogikakan!
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
Terkini
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Sentil Budaya 'Omon-omon', Dasco Ajak Masyarakat Sipil Perkuat Persatuan Nasional
-
Jerat Relasi Kuasa di Balik Prestasi: Mengapa Pelecehan Seksual Bisa Terjadi di Pelatnas?
-
Antisipasi Dampak Perang, DPR Minta Pemerintah Siapkan Skema 'Force Majeure' Soal Haji 2026
-
Kemlu Mulai Evakuasi WNI dari Iran Hari Ini, Tahap Pertama Lewat Azerbaijan
-
Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman
-
Bicara Soal BoP Jelang Sidang Putusan, Delpedro Dkk: Hei, Antek-antek Asing
-
Daftar Menu Nusantara dan Isi Pidato 3 Jam Prabowo saat Kumpulkan Ulama di Istana
-
KPK Serahkan 149 Bukti dalam Sidang Praperadilan Gus Yaqut di PN Jakarta Selatan