Suara.com - Dua jenazah penumpang Kapal Motor (KM) Arista yang karam Rabu, sekitar pukul 12.45 Wita, kembali ditemukan oleh regu pencari dan penyelamat (Search and Rescue/SAR). Jenazah korban kapal tenggelam itu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Jala Ammari Angkatan Laut Makassar.
"Dini hari tadi itu, dua jenazah kembali ditemukan. Dua jenazah itu masih bocah sekitar 7 dan 12 tahun," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Kamis (14/6/2018).
Kedua jenazah yang masih bocah itu diidentifikasi sebagai Soraya yang berusia sekitar 12 tahun dan Indriyani umur tujuh tahun. Jenazah kedua bocah itu sudah dievakuasi ke RS sejak ditemukan Tim SAR. Keluarga dari korban juga sudah berada di RS.
Rencananya, jazad kedua bocah itu akan dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar karena mempunyai kamar pendingin jenazah.
Ia mengatakan penemuan oleh tim gabungan SAR terjadi saat patroli tim Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP). Tim yang menemukan koordinat itu kemudian menyelam ke dasar laut.
"Kedalamannya sekitar 12 meter dan menurut keterangan penyelam posisi jenazah terjepit, sehingga dipenuhi lumpur," katanya.
Setelah penemuan kedua jenazah itu, Tim SAR telah menemukan 15 jenazah dan 24 korban selamat lainnya dari jumlah 40 orang lebih penumpang.
Sebelumnya, kapal penumpang ini membawa penumpang 40 orang dan berlayar dari Pulau Barang Lompo menuju daratan untuk membeli kebutuhan Idul Fitri 2018.
Namun saat penumpang ini akan kembali ke pulau sekitar pukul 12.45 Wita, kapal yang sudah berada di tengah lautan itu dihantam ombak dan langsung karam. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek