Suara.com - Mekanisme pemulangan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM) belum ditetapkan. Mereka ditangkap karena diduga terafiliasi dengan ISIS.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan terdapat beberapa alternatif pemulangan ketiga WNI tersebut. Jika mempunyai dokumen akan dilakukan pemulangan biasa, sementara jika tidak memiliki dokumen, maka akan dipulangkan dengan cara "police to police".
"Belum tahu kapan akan dipulangkan. Saya kontak dengan Kadensus, mereka sudah kontak dan sudah tahu identitasnya, tetapi saya belum tahu mekanisme pemulangannya," ujar Setyo Wasisto di Mabes Polri, Senin (24/7/2018).
Kerja sama antarkepolisian dengan cara dipulangkan dengan pesawat Indonesia dan kedatangannya ditunggu aparat kepolisan Indonesia.
"Jadi nanti sudah ditunggu oleh petugas kami, masuk pesawat Indonesia sudah masuk wilayah Indonesia," kata Setyo.
Terkait penangkapan, Polisi Diraja Malaysia masih melakukan pemeriksaan kepada tiga WNI tersebut, karena diduga berafiliasi dengan ISIS dan beraktivitas di Indonesia dan Malaysia.
Salah satu pria Indonesia yang ditangkap pernah menjalani pelatihan senjata di Bandung antara tahun 2015-2018. Lelaki berusia 26 tahun itu memiliki istri warga negara Malaysia dan telah menyatakan sumpah setia pada NII di Bandung.
Pasangan suami istri tersebut berencana membawa keluarga mereka ke Suriah untuk bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
WNI lainnya ditemukan memiliki 100 video dan 90 foto kelompok teror di telepon genggamnya, sehingga diduga mempromosikan ISIS secara aktif via media sosial.
Baca Juga: Heboh 3 WNI Anggota ISIS Ditangkap Polisi Malaysia
WNI berusia 42 tahun tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bertanggung jawab atas pembunuhan seorang polisi Indonesia di Jawa Barat pada Mei lalu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Libur Imlek: Penumpang Whoosh Naik Signifikan hingga 25 Ribu Orang Sehari
-
Xi Jinping dan Donald Trump Segera Bertemu, Ada Potensi Bisnis dan Skenario 'Perang'
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Meriahkan Imlek, InJourney Tawarkan Promo Tiket Sunrise Borobudur Rp350 Ribu
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional