Suara.com - Polisi akhirnya membekuk UM (52), guru di SDN 25 Dusun Sukamaju, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung karena tindakanya cabulnya kepada murid. Adapun siswi yang dicabuli UM di toilet sekolah itu berinisial KP (10) yang merupakan siswi kelas IV.
"Pelaku UM berikut barang bukti sudah kita amankan di Mapolres Basel pada Minggu kemarin untuk penyidikkan lebih lanjut," kata Kabag Ops Polres Basel Kompol Irwan seperti dikutip Klikbabel.com--jaringan Suara.com, Selasa (29/1/2019).
Penangkapan itu berdasarkan laporan yang diterima polisi bernomor LP/B- 65/I/2019/Babel/Res Basel/SPKT tertanggal 28 Januari 2019.
Dari hasil penyidikan sementara, aksi pencabulan itu dilakukan UM di toilet SD pada Sabtu (26/1/2019) pekan lalu. Bahkan, kata dia, UM sempat kepergok orang tua KP saat baru keluar toilet sekolah.
"Kejadiannya diketahui oleh orang tua setelah korban bercerita dan juga disaksikan beberapa saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). Dijelaskan bahwa pada hari Sabtu pekan kemarin sekira pukul 12.30 WIB ada melihat UM dan KP keluar dari WC sekolah," ungkapnya.
Diketahui, aksi pencabulan itu yang dilakukan guru SD itu sempat diungkap seorang warga Toboali bernama Muhammad Rosidi melalui tulisan yang diunggah di media sosial, Facebook.
"Astargfirullah... Astargfirullah... Astargfirullah... Berulang kembali kejadian yang sangat menyakitkan.. Pencabulan anak dibawah umur kelas 4 SD.. Oleh seorang oknum Guru salah satu SD dirias.. Kita sangat was2selaku ortu," tulis Muhamad Rosidi.
"Setelah kita tanya dengan tersangka yg sudah berusia 52 tahun pencabulan itu dilakukan di toilet sekolah... Sekarang masih pengembangan dari penyidik apakah masih ada korban lainnya???? Bravo Polres Basel yg bergerak cepat," tambahnya.
Dalam sekejap, warganet langsung beraksi untuk mengecam tindakan tak terpuji itu sebagaimana dari tulisan yang diunggah Muhamad Rosidi.
Baca Juga: Nesting, Dorongan Beberes pada Ibu Hamil, Apa yang Harus Diperhatikan?
Sumber: Klikbabel.com
Berita Terkait
-
Modal Kasih Uang Jajan Harian, Ayah Tega Setubuhi Anak Kandung
-
Bapak Pemerkosa Anak Tiri di Tangerang Meninggal, 2 Pelaku Lain Ditangkap
-
Tak Temukan Unsur Pidana, Polisi Setop Laporan Baiq Nuril
-
Dijemput dari Pesantren, ABG Ini Malah Dicabuli Ayah Tiri di Hotel
-
Amel, Korban Pencabulan Terima Tambahan Uang dari Eks Pejabat BPJS
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam