Suara.com - Saat Ketua Tim Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin berbicara pada awak media tentang sengketa Pilpres 2019, warganet justru salah fokus alias salfok, pada seorang wanita di belakangnya.
Potongan video Ali Nurdin pun seketika viral di Twitter, sejak diunggah pengguna akun @fcrza pada Kamis (27/6/2019) kemarin.
Keterangan yang disertakan si pengunggah sendiri juga ditujukan untuk wanita tersebut.
Ia mempertanyakan alasan yang membuat wanita itu tampak salah tingkah, atau salting.
"Mbaknya salting gitu. Kenapa Mbak?" tanyanya.
Dalam video tersebut, wanita yang mencuri perhatian warganet itu memang terlihat tersipu malu.
Ia tampak menahan senyum dan kepalanya sedikit tertunduk. Matanya sesekali melirik ke arah awak media dan terkadang berpaling.
Cuitan tersebut langsung mendapat banyak retweet, hingga lebih dari tiga ribu kali.
Banyak dari warganet menduga, wanita cantik itu dijahili orang yang berada di kerumunan wartawan. Sosoknya pun membuat warganet penasaran.
Baca Juga: Bersejarah, KPU Berharap Jokowi dan Prabowo Datang ke Penetapan Capres
Dia adalah Tsalikha Gumaydara, mahasiswi Universitas Padjajaran (unpad) Bandung yang memulai meniti karier di bidang hukum.
Pada story akun Instagram, Gumaydara mengomentari penampilannya sendiri yang kini tengah viral.
"Wakakak alhamdulillah dapat kesempatan lagi ngubah muka jutek sebelumnya jadi muke gile yang senyum-senyum sendiri," tulis Gumaydara, tanpa mengungkap alasan dirinya tampak tersipu malu.
Menurut profilnya di situs Linkedin, Gumaydara mulai memelajari Ilmu Hukum di Unpad pada 2016. Sembari kuliah, ia sudah mulai menjajal pekerjaan di bidang hukum pada pertengahan 2017.
Hal itu terbukti dengan pengalaman yang ia tulis di Linkedin sebagai staf magang bidang hukum di Firma Hukum Yurista Atmaja Zyandaru & Partners.
Tak hanya itu, wanita berambut panjang ini juga memiliki pengalaman di bidang yang sama untuk Ali Nurdin and Partners, firma hukum milik Ali Nurdin.
Berita Terkait
-
Demo di Komnas HAM, Massa FPI Cs Bawa Bendera Kuning
-
Prabowo Ditolak MK, Petinggi Gerindra: Biar yang Kalah Jadi Oposisi
-
Pesan Menohok Budiman Sudjatmiko untuk Golongan Oposisi Jokowi
-
Prabowo Ditolak MK, Haikal Hassan: yang Curang Pasti Dijamin Celaka
-
Mau Didemo FPI Cs, Kantor Komnas HAM Ketat Dijaga Polisi
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU