Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa dua tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan PT. Cirebon Energi Prasarana PLTU 2 di Kabupaten Cirebon dan terkait perizinan PT. Kings Property.
Kedua tersangka yakni GM Hyundai Engineering Construction Herry Jung dan Direktur PT. King Properti Sutikno.
"Kami periksa Herry Jung dan Sutikno dalam kapasitas tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (5/12/2019).
Sebelumnya KPK telah menetapkan Sutikno dan Herry Jung sebagai tersangka, dalam pengembangan kasus perkara pemberian suap terkait perizinan dan properti di Kabupaten Cirebon. Herry dan Sutikno belum ditahan KPK sejak ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 15 November 2019.
Dalam perkara ini, Herry Jung diduga memberikan suap sebesar Rp 6,4 miliar kepada Bupati nonaktif Cirebon Sunjaya Purwadisastra terkait izin PT. Cirebon Energi Prasarana PLTU 2 di Kabupaten Cirebon. Dengan janji awal memberikan Rp 10 miliar.
Kemudian, Sutikno memberikan suap kepada Sinjaya sebesar Rp 4 miliar. Terkait izin PT. Kings Property Indonesia.
Pengembangan kasus ini, berawal dari penangkapan OTT Bupati Sunjaya oleh KPK pada 24 Oktober 2018.
Dalam kasus itu KPK telah menetapkan Sunjaya dan mantan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto. Keduanya pun telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung.
Sunjaya pun kini kembali ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diduga Sunjaya menerima total mencapai Rp 51 miliar.
Baca Juga: Kasus Eks Bupati Cirebon Sunjaya, KPK Tetapkan GM Hyundai Sebagai Tersangka
Berita Terkait
-
Berkas Rampung, Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar Segera Diadili
-
KPK Minta Direksi Garuda Indonesia Blak-blakan soal Barang Mewah Selundupan
-
MA Kabulkan Kasasi Idrus Marham, Wakil Ketua KPK: Ya Harus Bagaimana Lagi?
-
KPK Siap Bantu Menteri Sri Mulyani Cegah Pegawai Pajak Main Mata dengan WP
-
Hukuman Idrus Marham dan Panitera PN Medan Dikorting MA, KPK Kecewa!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar