Suara.com - Kansas City Heart Rhythm Institute, Amerika Serikat meneliti pengaruh kekuatan doa terhadap pasien virus corona. Penelitian ini dimulai awal bulan Mei hingga Agustus 2020.
Dilaporkan New York Post, Minggu (3/5/2020), penelitian ini menguji 1.000 pasien dalam perawatan intensif yang menderita penyakit menular Covid-19.
Peneliti akan melihat perbandingan mortalitas atau tingkat kematian pasien yang berdoa dengan yang tidak.
Studi yang membutuhkan waktu empat bulan ini juga akan membandingkan tingkat kematian pasien dengan faktor lamanya waktu di ICU serta pemakaian ventilator.
Ketua peneliti dan ahli jantung, Dr. Dhanunjaya Lakkireddy mengatakan, "Kami semua percaya pada sains, tapi kami juga percaya pada iman."
"Jika ada kekuatan ajaib, yang banyak dari kita percaya, akankah kekuatan doa dan campur tangan ilahi mengubah hasil dengan cara yang terpadu? Itu pertanyaan kami," imbuhnya.
Lakkireddy menekankan, "Itu harusnya menjadi intervensi supranatural sejati."
Ahli jantung ini mengakui kalau bahkan istrinya sendiri, yang juga sesama dokter, skeptis terhadap hal-hal semacam itu.
"Tapi itu tidak membahayakan siapa pun. Sebuah keajaiban bisa terjadi. Selalu ada harapan, bukan?” ucap Lakkireddy.
Baca Juga: Mahfud Umbar Soal Relaksasi PSBB, PKS: Ucapan Pemerintah Bikin Warga Stres
Studi ini secara resmi meneliti "peranan tidak langsung atas doa multi-denominasi pada hasil klinis pasien COVID-19," menurut situs resmi di National Institutes of Health.
Doa yang diteliti berasal dari berbagai agama, yaitu Kristen, Hindu, Islam, Yahudi dan Buddha.
"Saya percaya pada kekuatan semua agama," kata Lakkireddy.
"Saya pikir jika kita percaya pada keajaiban Tuhan dan kebaikan universal dari agama apa pun, maka kita harus menggabungkan tangan dan bergabung dengan kekuatan masing-masing agama ini bersama-sama untuk satu-satunya alasan menyelamatkan umat manusia dari pandemi ini," ujarnya.
Berita Terkait
-
Mahfud Umbar Soal Relaksasi PSBB, PKS: Ucapan Pemerintah Bikin Warga Stres
-
Jangan Buru-Buru Relaksasi PSBB, Pemerintah Harus Dengarkan Kepala Daerah
-
Ketua DPR : Masalah Pandemi Covid-19 Bisa Diatasi secara Bersama-sama
-
Peneliti: 4 Alasan untuk Tidak Percaya Virus Corona dari Laboratorium Wuhan
-
39 Nakes Kontak Erat Pasien Positif COVID-19, Puskesmas Pleret Ditutup
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor
-
Bukan di Kelas, Puluhan Anak PAUD Tangerang 'Geruduk' Aviary Park Demi Belajar Literasi
-
Puan Maharani Kurban Sapi Limousin 1 Ton, Singgung Soal Keadilan Sosial di Idul Adha
-
Megawati dan Gereja Katedral Ikut Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
-
Banyak Nonmuslim Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal
-
Penampakan Sapi Jumbo Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Masjid Istiqlal
-
Fadli Zon soal Prabowo di Prancis Saat Iduladha: Tak Harus Selalu di Indonesia
-
Permenhut 6/2026 Dinilai Buka Jalan Proyek Karbon Perhutanan Sosial Masuk Pasar Global, Mengapa?
-
Zulhas Sebar Hewan Kurban saat Iduladha, dari Jakarta hingga NTT
-
Studi Ungkap Cara Kurangi Konflik Lahan dalam Pengembangan Energi Surya