Suara.com - Nikaragua telah melepaskan 2.815 narapidana demi meminimalisir penyebaran virus Corona. Pembebasan dilakukan pada Rabu (13/5/2020).
Menyadur Aljazeera, seluruh narapidana yang dibebaskan akan menjadi tahanan rumah. Dari jumlah tersebut, tak ada satupun tahanan politik (tapol) yang dilepas.
Pihak kepolisian Nikaragua setidaknya memenjarakan 86 tokoh oposisi dan pendukung kelompok hak asasi manusia di bawah pemerintahan Presiden Daniel Ortega.
Banyak dari tahanan itu dijebloskan ke dalam penjara selama protes terhadap Ortega yang berlangsung pada 2018.
Ortega yang telah menjabat sejak 2007, dinilai telah menjalankan praktik kediktatoran represif.
"Sudah jelas bahwa tidak ada penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kesehatan mereka yang menolak kebebasan mereka," kata Yonarki Martinez, pengacara pembela tapol, dikutip AFP, Kamis (14/5/2020).
Martinez mengatakan bahwa beberapa tokoh oposisi kekinian memiliki gejala infeksi Covid-19 mulai dari demam hingga kesulitan bernafas.
Namun, otoritas kesehatan disebutnya tak juga memberi pertolongan medis. Kondisi itu turut jadi perhatian Komisi Antar-Amerika untuk Hak Asasi Manusia.
Merujuk data Worldometers.info, Kamis (14/5/2020), Nikaragua telah mencatatkan 25 kasus infeksi Covid-19 dan delapan orang meninggal dunia.
Baca Juga: Berlaga di Tengah Pandemi Covid-19, Petinju Nikaragua Pakai Masker
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Terkini
-
Jaksa Ungkap Kemahalan Harga dalam Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
-
Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi
-
TP PKK Pusat Salurkan Bantuan Kepada Korban Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Bireuen
-
Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu
-
PAN Ingin Zulhas Jadi Cawapres Prabowo di 2029, Reaksi Nasdem Begini
-
Kapolresta-Eks Kasat Lantas Sleman Segera Disidang Disiplin Terkait Kasus Hogi Minaya
-
KPK Panggil Lima Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi Diskon Pajak Periode 2021-2026
-
Ditelanjangi dan Diarak 1 KM, Ini 7 Fakta Pria di Blora yang Dituduh Berzina Laporkan Balik Warga
-
ASN Siap-siap! Pemerintah Resmi Berlakukan Sistem WFA Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026
-
Kronologi Pria di Cengkareng Dianiaya Usai Tegur Tetangga Masalah Kebisingan Drum