Suara.com - Usai pesta minuman keras atau miras, sopir dan kernet isi ulang air minum perkosa gadis berinisial CL berusia 14 tahun secara bergiliran.
Kini kedua tersangka yakni sopir bernama Silvo (22) dan kernetnya inisial JA (15) telah ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan pada Kamis (13/8/2020).
Saat dibawa ke Mapolda Sumsel, tersangka Silvo mengakui perbuatannya tersebut. Dirinya membantah jika aksi itu dilakukan dengan memaksa.
“Awalnya itu, dia (korban CL) nemenin saya ngantar air ke depot. Habis itu, baru saya bawa ke rumah JA,” ujar dia pada Kamis (13/8/2020).
Pada saat kejadian itu, adegan dewasa yang ia lakukan bersama korban ditonton teman-temannya termasuk JA. Namun, ia dan JA yang menggiliri korban.
“Cuma berdua. Dua teman lainnya cuma nonton. Tapi, sebelum melakukan aksi itu (pemerkosaan) kami minum miras dulu,” tambah dia.
Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan dari korban CL. Mereka ditangkap di rumahnya masing-masing.
“Tersangka itu (Silvo) kita tangkap di kawasan Mandi Api, Kota Palembang. Sedangkan JA kita tangkap di kawasan Talang Keramat, Kabupaten Banyuaisn,” ucap dia.
Dari hasil pemeriksaan petugas, sebelum memerkosa korban, kedua tersangka ini pesta miras dulu. Dalam keadaan mabuk, mereka menyetubuhi korban secara bergiliran.
Baca Juga: Lomba 17 Agustus Tidak Dilarang di Sumatera Selatan
“Korban disetubuhi secara bergantian. Yang pertama di dalam mobil, selanjutnya di rumahnya,” ungkap dia.
Ia menjelaskan, korban dan tersangka memang saling kenal. Mereka kenal melalui akun media sosial yakni Facebook (FB).
“Dari kenalan itu akhirnya tersangka Silvo mengajak jalan-jalan hingga akhrnya melakukan perbuatan itu,” singkat dia.
Dalam kasus tersebut, kedua tersangka terancam dijerat Undang-Undang Nomor 35 tahun 2013 tentang persetubuhan di bawah umur. Ancaman penjara paling lama di atas lima tahun.
Kontributor : Rio Adi Pratama
Berita Terkait
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Dijerat Pasal Berlapis, Feri Penyekap dan Pemerkosa Mahasiswi di Makassar Terancam 12 Tahun Penjara!
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal
-
Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Tangan Ditarik Sampai Bunyi 'Krek', Relawan Dompet Dhuafa Ceritakan Detik-detik Sendi Dipatahkan IDF
-
Bayang-bayang 5 Tahun Bui, Nasib Eks Wamenaker Noel Diputus Hakim Pekan Depan
-
Sentil Budaya Rangking, Menteri Abdul Muti: Membandingkan Nilai Murid Itu Pemicu Bullying
-
Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran Tiba di Istiqlal Besok, Menag: Ini Kelas Berat Satu Ton Lebih!
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati
-
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?