Suara.com - Pemerintah kembali menjadi buah bibir pasca mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja. Padahal diketahui UU Cipta Kerja Omnibus Law masih harus direvisi pemerintah sebagaimana diperintahkan Mahkamah Konstitusi.
Beragam kritik diberikan atas penerbitan Perppu Cipta Kerja, termasuk dari kalangan akademisi. Hal inilah yang ditanggapi oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
"Saya melihat memang kan reaksinya datang dari akademisi ya sudah bagus. Saya juga akademisi, mungkin saya kalau tidak jadi menteri ngritik kayak gitu," ucap Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/1/2023).
Namun pernyataan Mahfud ini ternyata memicu perdebatan panas dengan Said Didu di Twitter. Pasalnya Mahfud kemudian dituding tidak dilibatkan dalam pembahasan Perppu Cipta Kerja.
"Artinya Menteri adalah pembantu Presiden dan kemungkinan besar prof @mohmafudmd tidak dilibatkan atau tidak didengar," cuit Said untuk mengomentari pernyataan Mahfud, dikutip pada Rabu (4/1/2023).
Cuitan Said ini kemudian dibalas dengan cukup menohok oleh Mahfud. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu bahkan menyebut Said salah memaknai pernyataannya.
"Salah melulu, Pak Said Didu ini," tegas Mahfud kemudian menjelaskan makna dari pernyataannya.
"Begini: Seperti akademisi lain, kalau saya tidak Menteri mungkin saja saya ikut mengkritik UU Ciptaker. Itu kan kebiasaan yang diklaim sebagai tugas akademisi," terang Mahfud.
Mahfud lantas memastikan pembuatan Perppu Cipta Kerja sudah sah. "Tapi karena saya Menteri, saya tahu diskusinya di Kabinet, maka saya pastikan bahwa Perppu Ciptaker itu sah," tandasnya.
Namun penjelasan Mahfud ini kembali menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai seharusnya pemerintah fokus membenahi penyebab UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh MK alih-alih menerbitkan Perppu.
"Prof @mohmahfudmd kalau UU Ciptaker itu ditolak MK salah satunya alasannya adalah inkonstitusional bersyarat, harusnya yang diperbaiki adalah syarat kekonstitusionalnya, bukan malah menerbitkan Perppu," komentar warganet.
"Kalau ga salah melulu, ga bakal dipecat dari jabatannya, pak. Tul gak Du? @msaid_didu," imbuh warganet lain berbalik menyalahkan Said Didu.
Tag
Berita Terkait
-
Sat Set Jurus Jokowi Ciptakan Perppu Ciptaker, Untungkan Pengusaha Atau Pekerja?
-
Perppu Cipta Kerja Timbulkan Semakin Banyak Pertanyaan Investor dan Publik
-
'Ada Tekanan Oligarki' Diduga Jadi Alasan Jokowi Teken Perppu Cipta Kerja
-
4 Aturan Terbaru Perppu Cipta Kerja yang Jadi Sorotan, Jumlah Libur per Minggu hingga Pesangon PHK
-
'Jangan Selesaikan Masalah dengan Masalah', AHY Kritik Perppu Cipta Kerja Dibuat Untuk Layani Elite
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion