Suara.com - Pencarian pihak kepolisian terkait penculikan seorang bocah bernama Malika berusia 6 tahun kini telah berakhir. Bocah yang dinyatakan hilang sejak 7 Desember 2022 lalu pun kini telah ditemukan di daerah Cipadu, Tangerang Selatan, Senin (2/1/2023) malam.
Polisi menciduk Iwan Sumarno, sang pelaku penculikan yang sempat menyembunyikan keberadaan Malika. Malika yang ditemukan dalam keadaan cukup terguncang psikologisnya langsung diamankan dan dipertemukan dengan orang tuanya.
Adapun beberapa temuan yang ditemukan oleh pihak kepolisian selama pencarian hingga penemuan Malika. Simak inilah selengkapnya.
1. Polisi ungkap motif Iwan
Dari penelusuran dan interogasi yang dilakukan terhadap Iwan, polisi pun mengungkap bahwa pengakuan dan motif Iwan dalam menculik Malika karena alasannya ingin menyayangi dan merawat Malika karena merasa memiliki.
“Modus mengajak Malika mulung seakan memiliki Malika,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Gunarto saat dihubungi, Selasa (3/1/2023).
2. Pelaku sempat menutupi keberadaan Malika
Saat ditemukan di daerah Ciledug, Tangerang, Iwan yang ditemui oleh anggota polisi pun sempat menutupi keberadaan Malika. Hingga saat ditanya, tiba tiba terdengar suara Malika dari gerobak milik Iwan.
“Dia tak boleh muncul dalam gerobak ini. Begitu mau ditangkap, terjadi ribut-ribut dan terdengar si anak, spontan keluar dari gerobak," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.
Baca Juga: Remuk! Begini Perasaan Kakak Malika usai Tahu Adiknya Diculik Residivis Kasus Pencabulan
3. Ada luka memar di tubuh Malika
Saat ditemukan oleh polisi, Malika didapati memiliki luka memar pada bagian pinggang dan bibir.
Berdasarkan investigasi dan keterangan dari pelaku, Malika mendapat kekerasan fisik saat diculik karena tidak menuruti perintah Iwan.
“Iya itu dipinggang ada kekerasan, memar. Itu diperkirakan akibat tendangan, makanya nanti akan diperiksa lebih lanjut." lanjut Zulpan.
4. Malika sempat diminta jadi pemulung
Dari hasil investigasi pula, Malika diketahui dipaksa memulung oleh Iwan. Iwan Sumarno juga melakukan kegiatan memulung seperti biasa sambil mengajak Malika yang ikut dalam gerobaknya.
Kegiatan itu meliputi mengumpulkan barang bekas dari satu tempat ke tempat lain dan tempat istirahat mereka pun berpindah-pindah. Hal ini juga sempat menyulitkan kepolisian mencari jejak Iwan.
5. Hasil visum tidak ada kekerasan seksual
Seperti diketahui, Iwan Sumarno pernah dipenjara atas kasus pencabulan. Namun, Endra Zulpan mengatakan bahwa Malika dipastikan tidak menjadi korban pelecehan seksual selama diculik lelaki berusia 42 itu berdasarkan hasil visum tim dokter.
“Tidak ada (kekerasan seksual), hasil visum tidak ada pelecehan seksual,” kata Zulpan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (3/1/2022).
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Remuk! Begini Perasaan Kakak Malika usai Tahu Adiknya Diculik Residivis Kasus Pencabulan
-
Hukuman Telak Bagi Pemulung Penculik Malika: Iwan Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 15 Tahun Bui
-
Murka Bibi Malika Saat Lihat Keponakan Dibawa Pemulung Iwan Naik Bajaj di Rekaman CCTV: Kurang Ajar!
-
Diculik Manusia Gerobak, Perjuangan Keluarga Cari Malika: Jakarta, Bogor hingga Tangerang Ditempuh Jalan Kaki
-
Malika Dieksploitasi Selama 26 Hari Diculik Manusia Gerobak
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik