Akhirnya Benny belajar bagaimana Belanda mempertahankan kendali atas provinsi tersebut setelah tahun 1945 dan
menjanjikan kemerdekaan.
Kehidupan politik Benny Wenda
Benny mengetahui tentang deklarasi kedaulatan Papua pada tanggal 1 Desember 1961. Ia mempelajari bendera Papua Barat (Bintang Kejora), lagu kebangsaan (Hai Tanahku Papua), invasi Indonesia dan 'Act of Free Choice' 1969 ketika sekelompok kecil orang Papua yang dipilih sendiri diintimidasi untuk memilih integrasi dengan Indonesia.
Pada tahun 2013 Benny bersama pengacaranya Jennifer Robinson memberikan pidato untuk TEDx di Sydney Opera House, Australia. Pidato Jennifer yang mengharukan merinci kehidupan Benny dan usahanya untuk membebaskan Papua dari militer Indonesia.
Pada tahun yang sama ia membuka kantor resmi pertama Free West Papua Campaign di Oxford, Inggris. Hal ini memicu pertikaian diplomatik antara Inggris dan Indonesia. Pemerintah Indonesia memanggil Duta Besar Inggris untuk Indonesia untuk menjelaskan mengapa kantor tersebut diizinkan untuk dibuka.
Pada bulan Desember 2017, setelah restrukturisasi, Benny Wenda terpilih sebagai Ketua United Liberation Movement for West Papua.
Pada Juli 2019, Benny Wenda dianugerahi Freedom of Oxford – penghargaan tertinggi yang dapat diberikan Kota Oxford dan salah satu upacara tradisional tertua yang masih ada. Penerima sebelumnya termasuk Nelson Mandela dan Aung San Suu Kyi.
Demikian itu informasi yang dapat dibagikan mengenai siapa Benny Wenda sebenarnya.
Kontributor : Mutaya Saroh
Baca Juga: KPU RI Lantik 125 Anggota KPU Kabupaten/Kota dari Sulawesi Selatan hingga Papua Barat Daya
Berita Terkait
-
KPU RI Lantik 125 Anggota KPU Kabupaten/Kota dari Sulawesi Selatan hingga Papua Barat Daya
-
Wawancara Dubes RI Andriana Supandi: Kerja Sama dengan Papua Nugini Perlu Dipererat
-
Lima Anggota TNI Hilang Kontak Usai Baku Tembak dengan TPNPB-OPM di Nduga
-
Respons Permintaan Lukas Enembe Dibebaskan, Komisi I DPR Minta Benny Wenda Pulang lalu Serahkan Diri
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi