Suara.com - Isu politik transaksional atau 'tukar guling' mengemuka tajam setelah pemerintah memberikan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan , Hasto Kristiyanto.
Tudingan ini langsung dibantah oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyebut tidak ada barter politik di balik keputusan tersebut.
Pemberian amnesti ini menjadi sorotan publik karena datang hanya beberapa hari setelah Hasto divonis 3,5 tahun penjara dalam kasus suap yang turut menyeret nama eks politikus PDIP, Harun Masiku.
Momentum inilah yang memicu spekulasi adanya kesepakatan politik atau 'politik dagang sapi' antara kubu pemerintah dan PDIP.
Menanggapi hal tersebut, Dasco memberikan jawaban tegas dengan nada berkelakar yang khas. Ia menepis anggapan adanya pertukaran kepentingan politik tersebut.
"Kalau politik dagang sapi, saya rasa tidak ada. Idul Adha juga sudah lewat," kata Dasco, dikutip Rabu (6/8/2025).
Istilah 'politik dagang sapi' sendiri telah lama melekat dalam lanskap politik Indonesia dengan konotasi negatif.
Istilah ini merujuk pada praktik politik transaksional yang pragmatis dan oportunistis, di mana kesepakatan dicapai melalui proses tawar-menawar yang alot demi kepentingan sesaat, layaknya praktik jual beli di pasar ternak.
Lebih lanjut, Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini justru menyambut baik sinyal dukungan yang disampaikan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, terhadap pemerintahan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Prabowo Megawati Bersatu, Hersubeno Arief: Jokowi Tinggal Menghitung Hari
Namun, Dasco menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan amnesti yang diterima Hasto.
Menurutnya, komitmen dukungan dari PDIP sudah pernah disampaikan sebelumnya dalam beberapa pertemuan.
"Ibu Mega dalam sejumlah pertemuan mengatakan bahwa program-program baik, tentu akan didukung PDIP. Lalu, PDIP juga menyampaikan saran serta masukan tentang program yang dirasa belum pas," kata Dasco.
Meskipun sinyal dukungan semakin jelas, Dasco mengaku hingga kini belum mendengar adanya pembicaraan mengenai keinginan PDIP untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo.
Ia menyarankan agar pertanyaan tersebut ditujukan langsung kepada pihak pemerintah.
"Kalau soal masuk atau tidak (PDIP) ke pemerintahan, tanyakan ke pihak eksekutif," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo Megawati Bersatu, Hersubeno Arief: Jokowi Tinggal Menghitung Hari
-
Babak Baru Politik: Prabowo Rangkul Oposisi Usai Terbit Abolisi dan Amnesti?
-
Mahfud MD Bongkar Alasan Presiden Beri Abolisi dan Amnesti: Hukum dari Bawah Sudah Sesat!
-
Mr. Q Ungkap 3 Alasan Mengejutkan Prabowo Ampuni Hasto & Tom Lembong
-
Sindiran Halus PKB ke PDIP: Penyeimbang? Dalam Politik Hanya Ada Dua Pilihan!
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum
-
TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi
-
Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Nadiem Ngaku Rugi Tiap Bulan Selama Jadi Menteri
-
Geger Temuan 11 Bayi di Sleman, DPR: Negara Tak Boleh Biarkan Mereka Jadi Korban
-
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pimpinan BPK Haerul Saleh, Bahan Kimia Masih Diselidiki
-
Garudayaksa FC Jadi Sorotan Usai Naik Kasta, DPR: Juara Karena Kualitas, Bukan Perintah Presiden!
-
TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI
-
Brimob Polda Metro Jaya Masih Berjaga di Markas Judi Online Hayam Wuruk Jakarta Barat
-
Kemnaker Dorong Kesempatan Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Tuli
-
Wow! Biaya Lahiran Normal di Negara Ini Lebih Mahal dari Rumah