Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari balik jeruji besi di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80. Windu Aji Sutanto, terpidana kasus korupsi tambang nikel yang merugikan negara Rp 5,7 triliun sekaligus mantan Ketua Relawan Jokowi di Jawa Tengah, mendapatkan 'diskon' hukuman berupa remisi selama 8 bulan.
Pemberian remisi ini cukup mengejutkan, mengingat skala kejahatan yang dilakukannya. Windu Aji Sutanto diketahui mendapatkan total remisi 8 bulan dengan rincian 5 bulan remisi umum dan tambahan 3 bulan remisi dasawarsa, yang diberikan setiap sepuluh tahun perayaan kemerdekaan.
Remisi ini diberikan di tengah masa hukuman 8 tahun penjara yang sedang dijalani Windu Aji, vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Mengingat Kembali Gurita Korupsi Windu Aji
Windu Aji Sutanto, selaku pemegang saham PT Lawu Agung Mining, divonis bersalah dalam skandal korupsi kerja sama operasional (KSO) antara perusahaannya dengan BUMN PT Antam pada periode 2021-2023. Proyek ini berlokasi di pertambangan ore nikel Blok Mandiodo, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Dalam kasus ini, ia tidak sendirian. Majelis hakim juga memvonis dua terdakwa lainnya, yakni pelaksana lapangan PT Lawu Agung Mining, Glenn Ario Sudarto, dengan 7 tahun penjara, dan Direktur PT Lawu Agung Mining, Ofan Sofwan, dengan 6 tahun penjara. Ketiganya juga dibebani denda masing-masing Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.
Vonis berat tersebut didasarkan pada sejumlah hal yang memberatkan. Hakim menilai tindakan para terdakwa sama sekali tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, mereka tidak mengakui kesalahannya, dan yang paling fatal, menyebabkan kerugian keuangan negara dalam jumlah fantastis tanpa ada pengembalian.
Windu Aji ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara pada 18 Juli 2023. Perannya sebagai pemegang saham mayoritas di PT Lawu Agung Mining (milik Ofan Sofwan) menjadi kunci dalam praktik pertambangan ilegal yang merugikan negara hingga Rp 5,7 triliun.
Pencucian Uang Pakai Rekening Office Boy
Baca Juga: Sinyal Kuat dari Istana: Tak Ada Ampun Bagi Koruptor! Noel Gigit Jari, Harapan Amnesti Pupus!
Tidak berhenti pada kasus korupsi, Windu Aji dan Glenn Ario Sudarto juga didakwa dalam kasus terpisah terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Modus operandinya adalah menambang dan menjual ore nikel secara ilegal dari wilayah tambang milik PT Antam.
Jaksa mengungkap, PT Lawu Agung Mining seharusnya menyerahkan seluruh hasil tambangnya kepada PT Antam. Namun, perusahaan tersebut justru menjualnya ke pihak lain dengan memalsukan dokumen seolah-olah nikel berasal dari konsesi tambang lain, seperti PT Kabaena Kromit Pratama dan PT Tristaco Mineral Makmur.
Untuk menyamarkan hasil kejahatan, Glenn bahkan memerintahkan pembukaan rekening bank atas nama orang lain. Mirisnya, yang digunakan adalah dua orang office boy di perusahaannya, Supriono dan Opah Erlangga Pratama. Rekening keduanya digunakan untuk menampung hasil penjualan nikel ilegal yang mencapai Rp 135,8 miliar, yang sengaja tidak dimasukkan ke rekening resmi perusahaan.
Atas perbuatan ini, Windu didakwa dengan Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Berita Terkait
-
Sinyal Kuat dari Istana: Tak Ada Ampun Bagi Koruptor! Noel Gigit Jari, Harapan Amnesti Pupus!
-
Kenapa Rasulullah SAW Tolak Shalatkan Jenazah Koruptor? Ini Penjelasan Hadis
-
Selama Koruptor Gerak Bebas, Gus Dur Pernah Sebut Demokrasi di Indonesia Cuma Omongan Goblok
-
Wamenaker Noel Ditanya Wartawan Soal Pernyataannya Koruptor Harus Dihukum Mati, Siap?
-
6 Napi Viral Dapat Remisi: Ronald Tannur hingga Istri Ferdy Sambo, Setya Novanto Bebas Bersyarat
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi