- Pengamat Bonatua Silalahi mengunggah salinan ijazah Jokowi tanpa sensor hasil sengketa informasi publik terhadap KPU.
- Unggahan ijazah UGM tersebut menjadi perhatian dalam kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo Cs.
- Kubu Roy Suryo berencana menghadirkan Bonatua sebagai ahli meringankan dalam proses hukum terkait validitas dokumen tersebut.
Suara.com - Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi mengunggah salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi tanpa sensor di akun X miliknya.
Unggahan tersebut memperlihatkan dua salinan ijazah yang disebut digunakan saat pencalonan Presiden pada Pilpres 2014 dan 2019.
Dalam unggahannya, Bonatua menuliskan, “Salinan Ijazah terlegalisir yang dipakai Calon Presiden di Pilpres 2014 (Leges Merah) dan 2019 (Leges Biru).”
Dua foto ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu ditampilkan berdampingan.
Unggahan yang diposting pada 9 Februari 2026 tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan telah ditonton ratusan ribu kali.
Sejumlah pengguna media sosial turut menyoroti detail visual dalam dokumen, termasuk perbedaan tampilan stempel dan legalisasi pada masing-masing salinan.
Bonatua menyatakan, salinan ijazah yang ia unggah merupakan dokumen resmi yang diperoleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setelah melalui proses sengketa informasi yang panjang. Sebelumnya, sejumlah elemen dalam dokumen ijazah tersebut sempat ditutup atau disamarkan.
Putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) kemudian menyatakan salinan ijazah atas nama Joko Widodo yang digunakan sebagai syarat pencalonan Presiden merupakan informasi publik yang terbuka.
KIP memerintahkan KPU membuka sembilan elemen informasi yang sebelumnya dirahasiakan, mulai dari nomor ijazah, NIM, hingga tanda tangan pejabat kampus.
Baca Juga: Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
Setelah menerima salinan tanpa sensor dari KPU RI, Bonatua menyebut akan melanjutkan permintaan dokumen ke KPU DKI Jakarta dan KPU Kota Surakarta untuk keperluan penyandingan dan penelitian lanjutan.
Jadi Ahli Meringankan Roy Suryo Cs
Unggahan Bonatua tersebut kini menjadi perhatian dalam perkara dugaan fitnah ijazah palsu Jokowi yang menjerat Roy Suryo Cs.
Kubu Roy Suryo berencana menghadirkan Bonatua sebagai ahli meringankan dalam proses hukum yang tengah berjalan.
Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun, mengatakan rencana tersebut merupakan hasil rapat konsolidasi tim hukum terkait saksi dan ahli.
“Jadi kebetulan kemarin kami melakukan rapat konsolidasi untuk saksi dan ahli, dan insya Allah Bonatua adalah salah satu ahli yang ingin kita ajukan,” kata Refly di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/2/2026).
Berita Terkait
-
Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi
-
Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu
-
Diperiksa Kamis Lusa, Kubu Roy Suryo Cs Siapkan Mantan Wakapolri Oegroseno Jadi Ahli Meringankan
-
Diperiksa Polda Metro, Eks Ketua KIP DKI Jadi Saksi Meringankan Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Stasiun Jakarta Masih Diserbu Penumpang Arus Balik, Tembus 52 Ribu Penumpang Hari Ini
-
Antisipasi Macet Monas, KAI Alihkan Naik Kereta dari Gambir ke Jatinegara Hari Ini
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
-
Hemat BBM, Kemenimipas Terapkan WFH hingga Pangkas Perjalanan Dinas Mulai April 2026
-
Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT
-
Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan
-
Tambang Ilegal Bertahun-tahun Terbongkar ! Kejagung Tetapkan Bos PT AKT Tersangka Korupsi Batu Bara
-
Periode Akhir Arus Balik Lebaran, Pemudik Diimbau Gunakan Rest Area Alternatif
-
Sempat Ditutup karena Kelapa Utuh, SPPG Seri Kuala Lobam Kembali Beroperasi
-
Ketegangan di Selat Hormuz, Mengapa Indonesia Terlempar dari Daftar Jalur Hijau Militer Iran?