- Dugaan penganiayaan oknum aparat terjadi pada Minggu (22/2) malam di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, melukai tiga karyawan.
- Ketiga korban mengalami trauma dan mengambil cuti kerja karena takut diintimidasi dan terancam oleh pelaku.
- Manajemen SPBU melaporkan insiden kekerasan tersebut ke Polsek Pulo Gadung dan melibatkan Propam Polda Metro Jaya.
Suara.com - Insiden dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum aparat terhadap karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jakarta Timur menyisakan trauma mendalam bagi para korban.
Tiga pegawai SPBU 3413901 yang berlokasi di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku didera rasa takut yang luar biasa pasca-kejadian tersebut.
Ketakutan ini bahkan membuat mereka terpaksa meliburkan diri dari pekerjaan sehari-hari karena khawatir pelaku akan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan intimidasi lanjutan.
Salah satu korban yang merupakan operator SPBU, Lukman Hakim (19), mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak masuk kerja diambil karena situasi psikologisnya yang belum stabil.
Lukman yang baru saja memulai kariernya setelah lulus SMK ini merasa keselamatannya terancam jika tetap bekerja.
"Iya, sempat libur karena takutnya pelaku ini datang lagi ke lokasi, mungkin masih emosi," kata salah satu operator SPBU korban penganiayaan oleh oknum tersebut, Lukman Hakim (19) saat ditemui di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).
Intimidasi dan Ancaman di Balik Seragam
Kekhawatiran para pekerja ini bukan tanpa alasan. Lukman membeberkan bahwa pelaku sempat menunjukkan perilaku yang sangat mengintimidasi saat kejadian berlangsung.
Selain melakukan kekerasan fisik, oknum tersebut diduga menggunakan pengaruh jabatannya untuk menekan para pekerja yang hanya menjalankan tugas sesuai prosedur.
Baca Juga: Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
Berdasarkan jadwal yang ada, Lukman seharusnya sudah kembali bertugas pada Senin (23/2). Namun, melihat kondisi lapangan dan potensi bahaya yang mengintai, pihak manajemen SPBU mengambil langkah preventif dengan meminta Lukman untuk beristirahat di rumah demi keamanan pribadinya.
"Saya seharusnya masuk kemarin Senin (22/2), tapi tidak diizinkan bos. Takutnya dia datang lagi nyari saya. Dia sempat manggil-manggil nama saya," ujar Lukman sebagaimana dilansir Antara.
Sebagai pekerja di sektor pelayanan yang setiap hari berinteraksi dengan berbagai karakter konsumen, Lukman merasa posisinya sangat rentan.
Terlebih, pelaku sempat melontarkan pernyataan mengenai status sosial dan jabatan tingginya, yang membuat para operator merasa kecil dan tidak berdaya.
"Kita hanya orang biasa. Takutnya dia balik lagi bawa backing-an. Jadi, masih khawatir," ucap Lukman.
Kondisi Fisik dan Psikologis Korban
Berita Terkait
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk
-
AS Serang Iran Saat Negosiasi Damai Berjalan, Timur Tengah di Ambang Ledakan
-
10 Serangan dalam 30 Menit! Rudal-rudal Israel Tewaskan 11 Warga Lebanon