- Dugaan penganiayaan oknum aparat terjadi pada Minggu (22/2) malam di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, melukai tiga karyawan.
- Ketiga korban mengalami trauma dan mengambil cuti kerja karena takut diintimidasi dan terancam oleh pelaku.
- Manajemen SPBU melaporkan insiden kekerasan tersebut ke Polsek Pulo Gadung dan melibatkan Propam Polda Metro Jaya.
Dampak dari penganiayaan ini tidak hanya dirasakan oleh Lukman. Dua rekan kerjanya, Ahmad Khoirul Anam dan Abud Mahmudin, juga mengalami nasib serupa.
Ketiganya memilih untuk beristirahat di rumah masing-masing guna memulihkan kondisi fisik dan mental yang terguncang.
Meskipun tidak sampai menjalani rawat inap di rumah sakit, luka fisik yang mereka derita cukup serius untuk ukuran pekerja pelayanan.
Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38), memberikan konfirmasi bahwa manajemen memang memberikan kebijakan libur sementara bagi ketiga korban.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan perusahaan terhadap karyawannya yang sedang mengalami tekanan mental pasca-kekerasan.
"Saat ini, memang korban kondisinya masih shock, tapi tidak dirawat di rumah sakit, cukup istirahat di rumah. Mereka libur dulu sehari, diganti staf lain," kata Mukhlisin.
Mukhlisin menambahkan bahwa pihak SPBU tidak ingin mengambil risiko jika pelaku kembali datang dalam kondisi emosi yang tidak terkontrol.
Perlindungan terhadap kondisi psikologis korban menjadi prioritas utama sebelum mereka dinyatakan siap untuk kembali melayani masyarakat di area SPBU.
Kronologi Kekerasan di SPBU Cipinang
Baca Juga: Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
Peristiwa yang mencekam ini terjadi pada Minggu (22/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.
Saat itu, suasana SPBU yang seharusnya tenang mendadak berubah menjadi ricuh ketika oknum aparat tersebut diduga melakukan tindakan anarkis kepada tiga orang pegawai sekaligus.
Ketiga korban memiliki latar belakang masa kerja yang berbeda-beda. Ahmad Khoirul Anam merupakan staf senior yang telah mengabdi selama lima tahun.
Sementara Abud Mahmudin adalah operator dengan masa kerja empat tahun. Lukmanul Hakim sendiri merupakan pegawai paling muda yang baru bekerja selama enam bulan.
Rincian kekerasan fisik yang dialami para korban tergolong cukup parah. Khoirul Anam dilaporkan terkena tamparan keras di bagian pipi.
Lukman mengalami pemukulan di bagian rahang sebelah kanan. Kondisi paling memprihatinkan dialami oleh Abud Mahmudin, yang dipukul di area bawah mata dan pipi dekat mulut hingga mengakibatkan salah satu giginya copot.
Berita Terkait
-
Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek
-
Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual
-
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
-
Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan