- Majalah The Economist (7-13 Maret 2026) mengkritik Presiden Trump memulai perang tanpa strategi jelas melawan Iran.
- Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran oleh AS dan Israel gagal mencapai tujuan politik; digantikan pemimpin baru.
- Perang tanpa strategi ini menyebabkan Iran bereaksi, menyerang Teluk, dan menutup Selat Hormuz, merugikan ekonomi global.
Ketiadaan strategi dalam perang yang dilakukan Trump, justru menguntungkan secara politik bagi Iran. Sebab, perang sejatinya adalah politik yang keluar dari moncong senjata.
"Sejauh ini, Iran berhasil. Alih-alih runtuh, mereka justru bergegas untuk meningkatkan eskalasi secara horizontal—cara lain untuk mengatakan bahwa mereka menyerang ke segala arah. Hal ini memiliki sejumlah konsekuensi."
Salah satu alasannya adalah, negara-negara lain ikut terseret. Iran menyerang negara-negara Teluk, yang menjadi pangakalan-pangkalan militer AS.
Konsekuensi lainnya adalah ekonomi. Iran telah menutup Selat Hormuz, memutus jalur pelayaran.
Penurunan pasokan minyak global diperkirakan mencapai 20 persen.
Dampaknya juga terasa pada infrastruktur energi, termasuk kompleks pencairan gas terbesar di dunia dan kilang minyak terbesar di Arab Saudi.
Harga minyak mentah Brent naik 14 persen sejak 27 Februari, menjadi USD83 per barel.
Satu megawatt-jam gas alam di Eropa berharga Euro 54, lebih dari 70 persen lebih tinggi dibandingkan minggu lalu.
Karena pembeli di Asia berebut pasokan, harga bisa naik lebih tinggi lagi. Ekonomi global masih bisa terpukul.
Jika harga minyak mencapai USD100 per barel, pertumbuhan PDB bisa turun 0,4 poin persentase dan inflasi naik 1,2 poin.
Baca Juga: Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
Akhirul kalam, The Economist menyarakan agar Donald Trump segera mengklaim kemenangan secara dini, karena sangat berisiko bila terus berlanjut.
"Amerika mungkin merupakan pengekspor energi, tetapi para pemilih Trump membenci bensin yang mahal. Ia mungkin tergoda untuk mencari kemenangan mutlak dengan membom rezim tersebut hingga musnah. Tetapi bahkan dengan kekuatan militer Amerika, ia mungkin tidak akan berhasil. Sementara itu, semua risiko tersebut akan terus merugikan kawasan dan ekonomi dunia. Lebih baik AS mendeklarasikan kemenangan lebih dini ketimbang nanti akan lebih buruk," tulis The Economist.
Berita Terkait
-
Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
-
Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
-
8 Beda Syarat Jadi Wapres di Indonesia dan Iran, Berapa Usia Minimal?
-
Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
-
Bupati Muara Enim Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya
-
Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana
Terkini
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?
-
Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru
-
Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan
-
Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula
-
DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
-
Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji
-
Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko
-
Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas
-
Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum
-
Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru