News / Internasional
Senin, 16 Maret 2026 | 14:48 WIB
Ilustrasi sekolah Putri Iran dirudal AS [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Paus Leo XIV mendesak segera penghentian perang Iran menyusul serangan mematikan di sekolah yang menewaskan ratusan warga sipil.
  • Seruan keras Paus disampaikan di Vatikan, meminta semua pihak menghentikan kekerasan dan memilih jalur dialog damai.
  • Vatikan juga khawatir dampak konflik di Lebanon terhadap komunitas Kristen rentan di wilayah selatan tersebut.

Suara.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, mendesak penghentian segera perang yang melibatkan Iran setelah serangan mematikan menghantam sekolah dan menewaskan ratusan warga sipil.

Seruan itu disampaikan di Vatikan dalam doa Minggu siang, yang menjadi pernyataan paling keras dari Paus sejak konflik memanas.

Dalam pesannya, Paus meminta semua pihak yang terlibat menghentikan kekerasan dan kembali ke jalur dialog.

Paus menegaskan bahwa perang tidak akan membawa keadilan maupun perdamaian bagi masyarakat yang terdampak.

“Demi umat Kristen di Timur Tengah dan semua orang yang berkehendak baik, saya menyerukan kepada mereka yang bertanggung jawab atas konflik ini untuk menghentikan tembakan,” kata Paus dilansir dari NY Post.

Pidato Paus Leo XIV Minggu, 21 September 2025 (Vatican News)

Paus menambahkan bahwa kekerasan hanya memperpanjang penderitaan dan tidak akan menghasilkan stabilitas.

Paus tidak menyebut secara langsung Amerika Serikat atau Israel, namun menyinggung serangan di awal perang yang menghantam sebuah sekolah di Iran dan menewaskan lebih dari 165 orang, banyak di antaranya anak-anak.

Pada 28 Februari lalu, sekolah Dasar Shajereh Tayyebeh di Minab hancur lebur dihantam rudal Amerika Serikat. Serangan mematikan itu menyebabkan ratusan anak-anak dan guru meninggal dunia.

Pejabat AS sebelumnya menyatakan serangan itu kemungkinan terjadi akibat penggunaan intelijen lama dan kini sedang diselidiki.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bagaimana Nasib Haji 2026?

Selain Iran, Vatikan juga menyuarakan kekhawatiran atas dampak konflik di Lebanon yang berpotensi memicu krisis kemanusiaan.

Komunitas Kristen di Lebanon selatan disebut berada dalam kondisi rentan akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Selama dua pekan terakhir, Paus cenderung menyampaikan seruan damai tanpa menyebut pihak tertentu, sejalan dengan tradisi netralitas diplomatik Vatikan.

Namun sejumlah pemimpin Katolik mulai bersuara lebih keras terhadap perang yang terus meluas.

Uskup Agung Washington, Kardinal Robert McElroy, menyebut perang tersebut sulit dibenarkan secara moral.

Sementara Kardinal Chicago Blase Cupich mengkritik Gedung Putih karena dianggap meremehkan konflik melalui unggahan media sosial bernuansa permainan video.

Load More