News / Metropolitan
Selasa, 31 Maret 2026 | 17:51 WIB
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Raden Dwi Kennardi. (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • WN Korea Selatan rugi Rp1,6 miliar tertipu dua WN Liberia pelaku penipuan modus Black Dollar.
  • Pelaku meyakinkan korban dengan demonstrasi "mencuci" tumpukan kertas hitam menjadi dolar asli.
  • Polisi meringkus I dan DST, sindikat ini menarget WNA dengan iming-iming penggandaan uang dolar.

Suara.com - Kedok penipuan bermodus ‘Black Dollar’ kembali memakan korban. Tak tanggung-tanggung, seorang warga negara (WN) Korea Selatan harus merugi hingga Rp1,6 miliar setelah teperdaya oleh aksi licin dua pria asal Liberia berinisial I dan DST.

Kasus ini terungkap setelah jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat meringkus para pelaku.

Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Raden Dwi Kennardi, membeberkan bahwa para pelaku menjerat korban dengan iming-iming investasi uang dolar yang diklaim bisa "digandakan".

Trik 'Uang Dicuci' untuk Bangun Kepercayaan

Modus yang dijalankan terbilang rapi. Pelaku meyakinkan korban bahwa mereka memiliki tumpukan uang dolar berwarna hitam yang bisa berubah menjadi uang asli jika dibasuh dengan cairan kimia khusus.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku sempat mempraktikkan cara ‘mencuci’ uang tersebut di hadapan korban. Mereka bahkan memberikan beberapa lembar dolar asli hasil cucian tersebut agar korban percaya sepenuhnya.

“Hal itu dilakukan untuk membangun kepercayaan korban, agar korban mau menyerahkan uang dengan jumlah yang lebih banyak,” ungkap Kompol Kennardi.

Hanya Tumpukan Kertas Hitam

Setelah korban terpikat, pelaku mulai meminta uang secara bertahap. Alibinya beragam, mulai dari biaya menebus koper yang tertahan di bandara hingga uang tambahan untuk membeli cairan pembersih.

Baca Juga: Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya

Namun, bak disambar petir, korban akhirnya sadar telah tertipu saat mendapati tumpukan "uang" yang dijanjikan hanyalah kertas hitam tak berharga.

“Untuk keseluruhannya ternyata tidak ada uang tersebut, hanya kertas hitam saja,” kata Kenn dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Mirisnya lagi, hasil penyelidikan polisi mengungkap bahwa ‘cairan kimia khusus’ yang digembar-gemborkan pelaku hanyalah campuran air dan deterjen biasa.

Incar Sesama WNA, Satu Pelaku Masih Buron

Polisi menyebut sindikat ini memang mengincar sesama warga negara asing yang dianggap memiliki kemampuan finansial mumpuni. Sebelum beraksi, mereka melakukan riset mendalam dan menjalin komunikasi intens untuk mengetahui latar belakang calon korbannya.

Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial, mulai dari koper berisi tumpukan kertas hitam, botol cairan pembersih, hingga rekaman CCTV saat penyerahan uang berlangsung.

Load More