News / Nasional
Rabu, 08 April 2026 | 18:04 WIB
Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf alias Gus Irfan saat Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • Menteri Haji dan Umrah menyatakan rencana ekspor 2.200 ton beras Bulog ke Arab Saudi terancam batal akibat konflik Timur Tengah.
  • Pemerintah memastikan konsumsi jemaah tetap terpenuhi melalui distribusi makanan siap saji yang berjalan sesuai jadwal hingga 25 April.
  • Kementerian akan mengirimkan 30 ton beras premium melalui kargo udara pada 12 April guna memenuhi kebutuhan para petugas haji.

Suara.com - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengungkapkan bahwa rencana ekspor 2.200 ton beras Bulog untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi terancam batal.

Hal ini merupakan dampak langsung dari memanasnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Gus Irfan menyampaikan hal itu dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa pengapalan beras sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak awal Ramadan. Namun, situasi berubah drastis hanya dalam hitungan hari.

"Bulog kemarin sempat mengapalkan pada awal Ramadan sejumlah 2.200 ton beras, tapi dua hari setelah pengapalan, meletus perang," kata Gus Irfan.

Ia menyebut pengiriman tersebut sangat berisiko akibat ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, yang turut menyeret stabilitas negara-negara di kawasan Teluk. Situasi kritis ini membuat jalur distribusi logistik melalui laut menjadi tidak menentu.

"Sehingga kemungkinan besar tidak akan bisa jadi diberangkatkan berasnya," ujarnya.

Kendati pasokan beras mentah dalam jumlah besar mengalami kendala, Gus Irfan memastikan bahwa pemenuhan konsumsi jemaah tidak akan terganggu. Pemerintah telah menyiapkan skema makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) yang distribusinya sudah berjalan sesuai jadwal.

"RTE, makanan ready to eat, total kebutuhan mencapai 3.081.230 porsi untuk 205.420 jemaah dan petugas. Distribusi berjalan bertahap dengan realisasi 1.659.390 porsi telah tiba di Makkah per 30 Maret 2026 dan ditargetkan seluruhnya akan selesai pada 25 April 2026," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Dorong Joint Venture Garuda dan Saudia Airlines untuk Efisiensi Penerbangan Haji

Di sisi lain, kementerian masih mengusahakan pengiriman beras dalam skala kecil, yakni sebesar 30 ton, khusus untuk kebutuhan 1.600 petugas haji. Beras ini dijadwalkan akan dikirim melalui kargo udara untuk menghindari hambatan di jalur laut.

"Total kebutuhan beras 30 ton diperuntukkan bagi 1.600 petugas. Jadi beras yang kemungkinan bisa kita kirim hanya untuk yang petugas dengan spesifikasi kualitas beras Pandan Wangi Cianjur premium, long grain dan tingkat pecahan maksimal 5 persen serta harga di bawah pasar atau ritel," katanya.

Kementerian saat ini tengah merampungkan proses produksi dan administrasi agar beras kualitas premium asal Cianjur tersebut dapat segera diberangkatkan sesuai target.

"Saat ini proses produksi tengah berlangsung di OKH Cianjur bersamaan dengan penyelesaian administrasi ekspor-impor. Pengiriman direncanakan menggunakan kargo udara dengan target keberangkatan 12 April," imbuhnya.

Load More