- Melania Trump membantah keterlibatannya dalam kasus kriminal Jeffrey Epstein melalui klarifikasi publik di Amerika Serikat pada April 2026.
- Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell hanya bersifat sosial dan tidak memiliki kedekatan emosional khusus.
- Melania mendesak Kongres AS untuk memfasilitasi sidang terbuka agar para penyintas kasus Epstein dapat memberikan kesaksian secara resmi.
Meskipun alamat surel pengirim dan penerima disamarkan dalam dokumen publik, detail pesan tersebut merujuk pada artikel profil Jeffrey Epstein di New York Magazine, yang terbit pada pekan yang sama.
Dalam email bertajuk "HI!" tersebut, pengirim menyapa dengan "Dear G!" dan menanyakan tentang perjalanan Maxwell serta memintanya untuk menghubungi saat sudah kembali ke New York.
Menanggapi hal ini, Melania bersikeras bahwa interaksi tersebut tidak memiliki makna emosional atau relasional yang dalam.
“Surel saya kepada Maxell tidak bisa dikait-kaitkan pada hal yang lebih dari korespondensi santai," kata Melania.
Ia menekankan, sapaan atau nada dalam pesan itu hanyalah bentuk kesopanan sosial biasa.
“Itu adalah kesopanan saya untuk membalas surel dia, tidak bisa diartikan lebih dari itu."
Kaitan Sosial dan Jejak Digital
Meskipun Melania bersikeras hubungannya hanya sebatas "korespondensi sepele", catatan sejarah menunjukkan adanya beberapa kali interaksi sosial di ruang publik.
Sekitar dua minggu setelah pertukaran email pada tahun 2002 tersebut, Melania dan Maxwell tertangkap kamera sedang bersama di sebuah acara Dolce & Gabbana, New York.
Baca Juga: Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
Dalam foto tersebut, mereka tampak berpose bersama Donald Trump dan supermodel Naomi Campbell.
Tak hanya itu, dokumen pengadilan juga mengungkapkan bahwa pada Januari 2003, Maxwell memberikan sebuah buku kumpulan ucapan ulang tahun ke-50 untuk Epstein, yang berisi pesan-pesan dari kolega dan teman-temannya.
Namun, Melania kembali memperingatkan publik untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di platform digital.
“Sangat banyak foto dan pernyataan palsu tentang Epstein dan saya, terutama di media-media sosial dalam setahun terakhir. Harap berhati-hati atas apa yang kamu percayai," tuturnya.
Seruan untuk Transparansi bagi Korban
Secara tidak terduga, Melania Trump juga mengambil langkah proaktif dengan mendesak Kongres AS untuk memberikan panggung bagi para korban Epstein.
Ia meminta agar para penyintas diberikan kesempatan untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah dalam sidang publik, bukan sekadar pertemuan tertutup.
Langkah ini mendapat respon positif dari beberapa pihak di Capitol Hill. Robert Garcia dari California, anggota senior komite pengawasan DPR, menyatakan dukungannya terhadap seruan Melania.
“Kami sepakat dengan Melania untuk hal ini, yakni mendengarkan kesaksian langsung dari para penyintas kasus Epstein," kata Garcia.
Ia bahkan mendorong Ketua Komite, James Comer, untuk segera menjadwalkan sidang tersebut guna memberikan keadilan dan transparansi yang selama ini dituntut oleh publik.
Tag
Berita Terkait
-
Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
-
Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata
-
Panas! Donald Trump Minta 'Jatah Preman' di Selat Hormuz, Inggris Marah Besar
-
HOAKS! Donald Trump Provokasi Masyarakat Indonesia yang Sunni agar Tak Dukung Iran
-
Meski Sepakat Gencatan Senjata, Donald Trump Blak-blakan Militer AS Masih Siaga di Dekat Iran
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri