News / Nasional
Minggu, 24 Mei 2026 | 05:00 WIB
Film Pesta Babi (Thumbnail YouTube/Indonesia Baru)
Baca 10 detik
  • Yasinta Moiwend, tokoh adat Merauke, kini menyatakan dukungan terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional lumbung pangan di Papua Selatan.
  • Keputusan tersebut diambil karena ia merasa kecewa dan dimanfaatkan oleh pihak LBH terkait gerakan penolakan proyek sebelumnya.
  • Mama Sinta berharap dukungan ini dapat membuka peluang kerja baginya serta keluarganya untuk memperbaiki taraf hidup yang layak.

Suara.com - Tokoh perempuan adat dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta, menyatakan kini mendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Papua Selatan.

Sikap itu berbeda dari sebelumnya saat ia ikut menyuarakan penolakan terhadap proyek tersebut.

Mama Sinta mengaku kecewa karena merasa dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang mengajaknya terlibat dalam gerakan penolakan proyek pemerintah.

Ia juga menyinggung namanya yang dikaitkan dalam film dokumenter tanpa persetujuannya.

“Sekarang saya tidak bergabung lagi dengan LBH mereka, saya sudah ambil keputusan sendiri. Jadi saya mau cari pekerjaan di perusahaan, cari pekerjaan karena rumah saya ingin direhab karena sudah tidak layak lagi,” kata Mama Sinta, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi alasan utama dirinya mengambil keputusan mendukung keberlanjutan proyek food estate di Papua Selatan.

Ia berharap ada kesempatan kerja bagi dirinya dan ketiga anaknya.

“Jadi mama harap ke depan mohon dibantu. Saya tetap di pihak perusahaan sekarang, tidak seperti dulu lagi karena dulu itu saya dimanfaatkan, saya diajak oleh orang-orang LBH,” ujarnya.

Mama Sinta mengungkapkan, awalnya ia diajak oleh seorang pria bernama Aris bersama kelompok masyarakat adat Marind untuk menyuarakan penolakan pembukaan lahan di Papua Selatan.

Baca Juga: Viral! Mama Papua Kecewa, Suara dan Wajahnya Dipakai Tanpa Izin di Film Pesta Babi

Namun, ia mengaku tidak menyangka pernyataannya kemudian viral hingga dijadikan bagian dari sebuah film dokumenter.

“Akhirnya saya sudah terlanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka LBH,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah atas berbagai pernyataannya terdahulu terkait proyek PSN di Papua Selatan. Menurutnya, saat itu ia hanya mengikuti ajakan pihak lain tanpa memahami dampak lebih jauh.

“Saya minta maaf sekali karena itu bukan kemauan saya, itu karena ajakan mereka. Saya juga tidak tahu ke depannya nanti terjadi seperti apa atau mereka bantu saya fasilitas punya rumah atau anak saya dipekerjakan, ternyata tidak ada,” ungkap Mama Sinta.

Dalam pengakuannya, Mama Sinta mengatakan kehidupan sehari-harinya masih jauh dari layak. Ia bahkan menunjukkan kondisi dapur rumahnya yang masih menggunakan kayu bakar karena kompor yang dimiliki sudah rusak.

“Sumbunya sudah habis, jadi kalau saya bakar memang nyala tapi yang di sumbunya tidak bisa naik, terpaksa saya pakai kayu bakar,” katanya.

Load More