“Kita membutuhkan gambaran lengkap tentang bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kita. Ini bukan hanya tentang sistem hukum atau aspek sains, tetapi juga populasi yang rentan,” ujarnya.
Usulan Kenaikan Muka Laut Masuk Kategori Bencana
Peneliti BRIN, Laely Nurhidayah, menjelaskan salah satu rekomendasi utama dari penelitian tersebut adalah perlunya revisi Undang-Undang Penanggulangan Bencana.
Menurutnya, kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah perlu diakui sebagai bentuk bencana agar pemerintah memiliki dasar hukum yang lebih kuat untuk melakukan mitigasi, adaptasi, dan perlindungan terhadap masyarakat terdampak.
Usulan tersebut muncul karena ancaman yang dihadapi masyarakat pesisir bersifat perlahan namun terus berlangsung, sehingga sering kali tidak mendapatkan respons yang sama seperti bencana yang terjadi secara tiba-tiba.
Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, mengatakan perubahan iklim perlu dilihat sebagai persoalan yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Perubahan iklim bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah sosial, ekonomi, dan hak asasi manusia,” katanya.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dampak krisis iklim tidak hanya diukur dari kerusakan lingkungan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi pada pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan masa depan masyarakat yang hidup di wilayah paling rentan.
Penulis: Natasha Suhendra
Baca Juga: Sebelum Insentif Kendaraan Listrik Dicabut, Muncul Sejumlah Opsi Pendapatan Daerah
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Dasco Pimpin Rakor Tingkat Tinggi, Kebut Pembangunan 39 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera
-
Prabowo Dorong Energi dari Limbah Jagung dan Sawit, Pakar Ingatkan Keseimbangan Pangan
-
DPR dan Pemerintah Gelar Rapat Koordinasi, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
-
Persib Bandung Diharapkan Wagub Mampu Mendulang Prestasi di Level Internasional
-
Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI
-
Menguatnya Dukungan Internasional Untuk Proposal Indonesia Tentang Tata Kelola Royalti Digital