Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) akan mengarahkan para petani di Pandeglang, Banten, untuk memaksimalkan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian. Dengan program ini para petani tidak harus pusing lagi memikirkan modal untuk menanam.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Kementan saat ini sedang fokus memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, petani selalu diimbau untuk tidak henti-hentinya melakukan tanam.
Untuk membantu para petani, Kementan menyediakan KUR dengan menggandeng sejumlah bank sebagai mitra, yaitu BNI, BRI, dan Mandiri.
“Manfaatkan KUR, karena KUR ini memang kita programkan untuk membantu para petani, khususnya untuk membantu permodalan. Kita juga telah meminta kepada bank-bank yang menjadi mitra agar bisa melakukan percepatan realisasi KUR pertanian. Makanya petani harus memanfaatkannya,” tuturnya, Selasa (2/6/2020).
Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya siap menggenjot program KUR di Pandeglang, dengan berkoordinasi dengan Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten untuk melakukan sosialisasi, menyiapkan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) calon debitur potensial dan pendampingan pelaksanaan KUR.
“Harus dilakukan berdasarkan pengajuan CPCL, kapan akan dilakukan verifikasi data, survei lapangan dan pendampingan dengan dinas. Format usulan CPCL harus disesuaikan dengan format Bank Nama, NIK, tempat/tanggal lahir, alamat lengkap, luas areal, dan kebutuhan dana,” tuturnya.
Menurut Sarwo, berdasarkan revisi data rekap Calon Penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kabupaten Pandeglang berdasarkan jumlah pengajuan sebanyak 231 orang, dengan total pengajuan mencapai Rp 17 miliar.
Ia berharap, langkah-langkah yang harus diambil untuk mempermudah penyaluran KUR tetap diperhatikan petani, seperti bergabung dengan kelompok tani agar bank tidak perlu mendata satu-satu, kemudian kelengkapan formulir.
“Di saat ini, ada beberapa yang ditemukan dari pihak perbankan dalam memproses pengajuan KUR. Apalagi, bank sedang melakukan relaksasi. Banyak debitur KUR yang terdampak Covid-19 tidak bisa bayar cicilan, sehingga harus dibuatkan usulan agar dapat keringanan pembayaran kewajiban. Hal ini memerlukan waktu yang lama karena jumlahnya banyak,” tuturnya.
Baca Juga: Jaga Produktivitas Karet, Kementan Gelar Pengendalian Penyakit Gugur Daun
Selain itu, pandemi Covid-19 membuat banyak petugas perbankan belum berani turun ke lapangan untuk verifikasi, padahal petani butuh cepat karena sudah masuk musim tanam. Untuk mempermudah, petani diimbau bergabung dengan poktan.
Sementara Direktur Pembiayaan pada Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati, mengatakan harus ada pengawalan dalam program ini.
“Harus ada off taker dengan sistem clasterisasi atau skala luas dan dikawal dengan asuransi. Target KUR di Kabupaten Pandeglang adalah Rp 300 M, dan dapat disalurkan oleh bank himbara yang ditunjuk,” jelas Indah Megahwati yang hadir di Pandeglang.
Berdasarkan data SMI Ditjen Perben Kemenkeu, hingga 28 Mei 2020 realisasi KUR melalui bank-bank penyalur mencapai Rp 18 triliun. Dengan total debitur yang memanfaatkan KUR mencapai 627,495 orang.
Berita Terkait
-
Jaga Produktivitas Karet, Kementan Gelar Pengendalian Penyakit Gugur Daun
-
4 Fakta Antivirus Eucalyptus, Dikembangkan Kementan untuk Tangkal Covid-19
-
Rehabilitasi Irigasi di Badung untuk Meningkatkan Indeks Pertanaman
-
Cegah Alih Fungsi Lahan, Salah Satu Cara Hindari Krisis Pangan
-
Kementerian Pertanian Beri Bantuan Padat Karya Simalungun Rp 600 Juta
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah
-
Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun
-
Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
-
Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?