Suara.com - Harga minyak dunia anjlok 3 persen karena meningkatnya kasus virus corona di seluruh dunia sehingga mengurangi prospek permintaan, dan kenaikan produksi OPEC pada September juga menekan harga.
Mengutip CNBC, Jumat (2/10/2020) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional ditutup merosot 1,37 dolar AS atau 3,2 persen, menjadi 40,93 dolar AS per barel setelah jatuh ke posisi 39,92 dolar AS.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut 1,50 dolar AS atau 3,7 persen, menjadi 38,72 dolar AS per barel setelah tergelincir lebih dari 6 persen ke sesi terendah 37,61 dolar AS.
Di Amerika Serikat saja, pandemi tersebut menginfeksi lebih dari 7,2 juta dan membunuh lebih dari 206.000 orang.
Sementara, hot spot Covid-19 terburuk di Eropa, Madrid, akan diisolasi dalam beberapa hari mendatang dan Walikota Moskow memerintahkan perusahaan untuk mengirim setidaknya 30 persen staf mereka pulang, karena beberapa negara Eropa melaporkan rekor infeksi baru.
Analis Standard Chartered mengatakan kini mereka memperkirakan permintaan global turun 9,03 juta barel per hari pada 2020, dan pulih kembali sekitar 5,57 juta barel per hari pada 2021, meninggalkan rata-rata 2021 sedikit di bawah rata-rata 2016.
Anggota OPEC mengapalkan 18,2 juta barel per hari pada September, naik dari 17,53 juta barel per hari yang diekspor pada Agustus, data dari IHS Markit Commodities at Sea menunjukkan, dengan ekspor Arab Saudi kembali ke tingkat di atas 6,25 juta barel per hari.
Di awal sesi, harga mendapat jeda dari kemajuan dalam perundingan tentang paket stimulus Amerika.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengusulkan paket stimulus baru senilai lebih dari 1,5 triliun dolar AS.
Baca Juga: Penertiban Tambang Minyak Ilegal di Jambi
Namun, Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin masih jauh dari kesepakatan tentang bantuan Covid-19 di beberapa bidang utama, setelah diskusi melalui telepon gagal menjembatani apa yang digambarkan Pelosi sebagai perbedaan atas dolar dan value.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat yang dipimpin Pelosi mengusulkan paket 2,2 triliun dolar AS untuk merespons pandemi tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dibanderol Rp 2.652.000/Gram
-
IHSG Berbalik Menguat di Selasa Pagi, Kembali ke Level 8.900
-
Lebih Rendah, Ekonomi Indonesia Diramal Mentok 5,2 Persen di 2026
-
IHSG di Titik Krusial, Tetap Berpotensi Rebound Meski Waspada Koreksi Lanjutan
-
Terhubung Judol, 5.284 Akun QRIS Ditutup!
-
5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
-
Target Lifting Minyak Pertamina di 2025 Terlampaui, Pakar Bilang Begini
-
Harga Saham RMKE Ditarget 10.000, Ini Profil Pemiliknya
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha
-
Lowongan Magang Bank BTN Terbaru Januari 2026, Terbuka untuk Semua