- Sebanyak 95 perusahaan fintech P2P lending tercatat resmi dan berizin OJK per Desember 2025 untuk melindungi konsumen.
- OJK mengawasi platform P2P lending terdaftar tersebut serta mewajibkan mereka mengikuti standar perlindungan konsumen yang berlaku.
- Masyarakat dapat mengecek legalitas pinjol melalui website resmi OJK, call center 157, atau layanan WhatsApp resmi.
Suara.com - Dalam upaya melindungi masyarakat dari jeratan penawaran pinjaman online ilegal, penting untuk memastikan bahwa layanan fintech peer-to-peer (P2P) lending yang digunakan sudah terdaftar dan mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mengutip data resmi OJK per Desember 2025, tercatat sebanyak 95 perusahaan fintech P2P lending yang telah dinyatakan legal. Platform-platform ini diawasi pemerintah dan wajib mengikuti standar perlindungan konsumen.
## Daftar Pinjol Resmi dan Berizin OJK (95 Perusahaan)
Berikut adalah daftar lengkap 95 perusahaan pinjol yang resmi terdaftar dan berizin OJK per Desember 2025, yang dapat menjadi rujukan utama masyarakat sebelum mengajukan pinjaman secara daring:
Kelompok Utama: Danamas (PT Pasar Dana Pinjaman), Amartha (PT Amartha Miko Fintek), Modalku (PT Mitrausaha Indonesia Grup), Kredit Pintar (PT Kredit Pintar Indonesia), Maucash (PT Astra Welab Digital Arta), Finmas (PT Oriente Mas Sejahtera), Akseleran (PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia), KoinP2P (PT Lunaria Annua Teknologi), Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi), JULO (PT Julo Teknologi Finansial), DanaRupiah (PT Layanan Keuangan Berbagi), Uangme (PT Uangme Fintek Indonesia), Easycash (PT Indonesia Fintopia Technology), AdaKami (PT Pembiayaan Digital Indonesia), AwanTunai (PT Simplefi Teknologi Indonesia), PinjamModal (PT Finansial Integrasi Teknologi), KrediFazz (PT KrediFazz Digital Indonesia), Restock.ID (PT Cerita Teknologi Indonesia), dan Komunal (PT Komunal Finansial Indonesia).
Kelompok Lainnya: Dompet Kilat, Boost, Tokomodal, KTA Kilat, KlikA2C, Ammana, PinjamanGO, Pohondana, Mekar, Esta Kapital, KreditPro, FINTAG, Homido Indonesia, RupiahCepat, Crowdo, Pinjamin, OVO Finansial, Alami (PT Alami Fintek Sharia), Danakini, Singa, Danamerdeka, Pinjamyuk, Finplus, PinjamDuit, Dana Syariah, Batumbu, Cashcepat, klikUMKM, Pinjam Gampang, Cicil, Lumbungdana, 360 Kredi, Kredinesia, Pintek, ModalRakyat, Solusiku, Cairin, TrustIQ, Klik Kami, Duha Syariah, Invoila, Sanders One Stop Solution, DanaBagus, UKU, Kredito, AdaPundi, Lentera Dana Nusantara, Modal Nasional, Avantee, Gradana, Danacita, IKI Modal, Ivoji, Indofund.id, iGrow, Danai.id, DUMI, Lahan SIKAM, Qazwa.id, Doeku, Aktivaku, Danain, Indosaku, Edufund, GandengTangan, Papitupi Syariah, BantuSaku, Danabijak, AdaModal, SamaKita, KawanCicil, KlikCair, Ethis, Samir, Uatas, Asetku, dan Findaya.
Cara Mengecek Legalitas Pinjol di OJK
Untuk memastikan keamanan finansial dan data pribadi, masyarakat yang ingin menggunakan layanan P2P lending sangat disarankan untuk melakukan pengecekan legalitas secara mandiri.
Masyarakat dapat mengecek pinjol resmi OJK melalui beberapa kanal resmi yang disediakan pemerintah:
Website Resmi OJK: Mengakses situs resmi ojk.go.id.
Baca Juga: Investasi Ilegal Rugikan Masyarakat Senilai Rp142 Triliun, Terbanyak dari Wilayah Ini
Call Center OJK: Menghubungi kontak OJK di 157.
WhatsApp Resmi OJK: Menghubungi nomor layanan WhatsApp resmi OJK di 081-157-157-157.
Aplikasi OJK Checking atau Kanal media sosial resmi OJK.
Dengan memanfaatkan kanal-kanal resmi ini, masyarakat dapat terhindar dari tawaran pinjaman online ilegal yang dapat menjerat dengan bunga tinggi, praktik penagihan yang tidak beretika, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
-
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
-
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege
-
Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta
-
OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat
-
Target Harga Saham BBRI Tembus 3.400, Apa Faktor Pendukungnya?