Suara.com - Warga Kota Pekanbaru berinisial TB yang menjadi terduga terlibat jaringan Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS, mengaku pergi karena ingin menjadi relawan kemanusiaan di Suriah saat meninggalkan Indonesia pada 2013.
Berdasarkan penelusuran Antara, di Pekanbaru, Senin, informasi itu didapatkan dari sebuah pesan singkat telepon seluer yang dikirim TB kepada ketua warga setempat.
Ketua RT 02 RW 10 Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Mustafa Lubis, menjelaskan isi dari pesan singkat tersebut adalah pemberitahuan bahwa yang bersangkutan pergi ke Suriah sebagai relawan kemanusiaan.
"Selanjutnya, dia menuliskan bahwa dia memohon maaf kepada saya jika selama ini dalam pergaulan terdapat khilaf dan salah," katanya.
Selain itu, dalam pesan singkat yang dikirim pada 15 Juli 2013 lalu tersebut juga berisikan harapan agar yang terjadi di Suriah saat ini tidak menimpa muslim di Indonesia.
TB yang kerap dipanggil ustadz jenggot tersebut sebelum pergi ke Suriah, terlebih dahulu pulang ke Jawa selama satu bulan, namun Mustofa tidak mengetahui pasti ke daerah Jawa bagian mana tepatnya TB kembali.
"Setahu saya dia punya istri tua (istri yang pertama) di Jawa. Saya dengarnya di Pasuruan," jelasnya.
Sementara itu, istrinya yang berinisial YB di Pekanbaru merupakan istri yang kedua dan dikaruniai seorang anak berinisial MJ. Saat ini seluruh keluarga tersebut berada di Suriah dan diduga kuat bergabung dengan ISIS.
Mustofa menjelaskan pesan singkat yang dikirim TB kepadanya merupakan awal dari terungkapnya dugaan keterlibatan keluarga tersebut ke dalam jaringan ISIS.
"Dari sms tersebut, banyak anggota polisi yang menemui saya dan saya menjelaskan apa yang saya ketahui," ujarnya.
Sebelumnya Direktorat Intelijen dan Keamanan Kepolisian Daerah Riau mendeteksi keberadaan sebuah keluarga yang terkait dengan jaringan (ISIS).
"Keluarga tersebut terdiri dari suami yang bernisial TB, istrinya YB dan anaknya MJ," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.
Ia menjelaskan kepastian bahwa mereka merupakan bagian dari jaringan ISIS bersumber dari beragam informasi yang berhasil dikumpulkan oleh intelijen Polda Riau beberapa waktu lalu.
"Kita memiliki rekaman komunikasi mereka, dokumentasi foto-foto mereka dan bukti lainnya," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Bukan Hantu atau Begal! Pocong Bikin Resah Warga Ciputat Tiap Malam Ternyata Pengamen
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak Begal di Tempat Berpotensi Jadi Pembunuhan di Luar Hukum
-
Prabowo Target 100 GW PLTS dalam Tiga Tahun: Seberapa Siap Indonesia Mewujudkannya?
-
Ravio Patra Bongkar Temuan 34 CCTV di Sidang Praperadilan Andrie Yunus
-
Pemerintah Indonesia - Republik Korea Teken Kerja Sama Perkuat Pemerintah Digital
-
Kacau Balau di Jam Sibuk! Jalur Senen Tersumbat KA Anjlok, KRL Cikarang Kena Imbas
-
Bau Amis 'Lokalisir' Kasus Andrie Yunus, Kuasa Hukum Desak Polda Metro Jaya Ambil Alih
-
Setelah 28 Tahun Reformasi, Guru Besar UI Nilai Keadilan Masih Jauh dari Harapan
-
7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban
-
Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu