Suara.com - Jaksa Agung HM Prasetyo menceritakan kemunculan organisasi masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Selasa (19/1/2016).
Dia menerangkan, Gafatar terkait dengan gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah, pimpinan Ahmad Musadek. Musadek sendiri adalah narapidana yang dihukum empat tahun penjara karena perkara penodaan agama.
"(Gafatar) Ini awalnya Al Qiyadah Al Islamiyah yang dipimpin Ahmad Musadek. Kalau ditarik ke belakang, Musadek pernah dihukum empat tahun penjara, dia adalah anggota Negara Islam Indonesia," kata Prasetyo.
Prasetyo menduga, Ormas Gafatar bisa menarik simpati masyarakat karena menggunakan pendekatan sosial. Apalagi, Ormas ini kerap mengadakan acara pengobatan atau bakti sosial.
"Ini untuk menarik masyarakat. Dan ini kami sedang pelajari," kata dia.
Dalam menangani kasus Gafatar ini, Prasetyo menerangkan, Kejaksaan Agung akan melibatkan TNI, Polri dan Kemendagri. Dia menambahkan, dalam waktu dekat ini Kejaksaan Agung juga akan melakukan rapat kerja dengan stakeholder terkait untuk membicarakan masalah ini.
"Dalam waktu dekat, mungkin setelah (rapat Komisi III) ini, akan diadakan pertemuan. Apakah Gafatar ini aliran sesat yang dilarang atau yuang tidak dilarang. Jadi ini akan dianalisa," kata politisi Nasdem ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek