Suara.com - Tetangga tak ada yang menyangka kalau pasangan suami istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina terseret kasus pembuatan vaksin palsu buat bayi. Hidayat dan Rita tinggal di Jalan Kumala 2 M29, RT 9, RW 5, Perumahan Kemang Pratama Regency, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka telah dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri.
Pada Rabu (22/6/2016) itu, tetangga kaget, begitu melihat anggota Bareskrim Polri menggerebek rumah mewah dua lantai tersebut. Di rumah yang dipakai buat buat pembuatan vaksin palsu, ditemukan barang bukti yang disimpan sejumlah tempat.
Menurut cerita tetangga, Waldiono (41, sebelum ada penggerebekan, pasutri tersebut terlihat sering membawa tas berukuran besar ke luar rumah hampir setiap seminggu sekali.
Biasanya mereka bepergian dengan tas besar pada hari Sabtu dan Minggu. Tetapi Waldiono tidak mau berandai-andai apa isi tas tersebut.
"Yang saya lihat Sabtu, Minggu biasanya mereka nggak ada di rumah, terus hari Seninnya mereka pulang ke sini pakai motor gede dan bawa tas gede kaya koper gitu, nggak tahu isinya apaan," ujar Waldiono kepada Suara.com, Selasa (28/6/2016).
Saat penggerebekan berlangsung, Waldiono mengaku tak mengetahui kalau ternyata Hidayat dan Rita dibawa ke kantor polisi.
Saat peristiwa terjadi, Waldiono hanya melihat ada empat buah mobil berwarna hitam di sekitar rumah. Dia malah berpikir sedang ada acara keluarga.
Waldiono selama ini mengenal pasutri tersebut sebagai tetangga yang baik.
"Malam itu saya kira ada acara keluarga ternyata ada penggerebekan polisi yang memakai baju preman. Nggak nyangka aja sih, ternyata mereka pelaku," katanya.
"Biasanya jam 09.00 atau jam 10.00 keluar, mereka perginya bawa mobil sendiri-sendiri. Ibu Rita bawa Honda Jazz dan Pak Hidayat bawa Pajero. Kalau bapak Hidayat perginya sebentar sekitar jam 09.00, nanti jam 14.00 juga sudah pulang, makanya dia sering ada di rumah, istrinya siang juga sudah pulang kadang sore juga pulangnya," imbuh Waldiono.Sepengetahuan
Waldiono, aktivitas mereka sama seperti warga pada umumnya. Setiap hari, mereka pergi dengan membawa mobil masing-masing. Hidayat merupakan mantan karyawan PT. Yamaha, sedangkan Rita bekerja menjadi bidan di RS Hermina Bekasi.
Dua hari setelah penggerebekan, kata Waldiono, banyak mobil yang lewat depan tempat kejadian perkara. Mereka biasanya lewat untuk melihat-lihat dari luar keadaan rumah yang dijadikan tempat pembuatan vaksin palsu.
"Setelah kejadian, banyak yang penasaran dan lewat rumah ini. Saya lihat sih mereka ibu-ibu dari sekolahan tempat anak yang pertama sekolah di kawasan ini. Soalnya mereka bilang 'Oh ini rumahnya ibunya ini toh," kata dia.
Total sudah 16 tersangka
Badan Reserse Kriminal Mabes Polri kembali menangkap satu tersangka kasus peredaran vaksin palsu untuk balita. Lelaki berinisial R tersebut ditangkap di Jakarta pada Senin (27/6/2016) malam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Anwar Ibrahim Keluarkan Perintah di Kasus Pilot Malaysia Jadi Kurir Narkoba Ditangkap di Jakarta
-
DTI Series 2026 Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi Digital Nasional
-
15 Ide Lomba 17 Agustus Indoor di Kantor yang Paling Seru dan Gak Ribet!
-
YouTube Dipanggil Komdigi, AI Moderasi Konten Dinilai Perlu Evaluasi
-
BRI Buka Program BRIncubator 2026, Dukung UMKM Go Global
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
Menteri LH dan Gubernur Sulsel Turun Tangan Percepat Proyek PSEL Mamminasata
-
Waspada Video Lawas! Pemilik Akun Medsos Penyebar Hoaks Demo Anarkis Bisa Dipidana
-
Link Download Logo Hari Pramuka 2026 ke-65 Format PNG Resmi dan Maknanya