Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun memberikan klarifikasi terkait pernyataanya mengenai penangkapan Habib Bahar bin Smith.
Sebelumnya dalam sebuah diskusi daring bersama politikus senior Amien Rais yang bertajuk "Kenapa Kita Harus Berpolitik", Refly Harun disebut-sebut sempat mengatakan bahwa Habib Bahar bin Smith adalah orang yang 'terpilih' sama seperti Muhammad Said Didu.
Pernyataan yang disampaikan pada Selasa (19/5/2020) malam itu, seketika menjadi headline sejumlah pemberitaan hingga menuai sorotan lantaran dinilai kontroversial.
Mengenai hal itu, Refly Harun memberikan klarifikasi melalui kanal YouTube pribadinya, Sabtu (22/5). Pasalnya, ia menyebut judul pemberitaan tidak mewakili secara keseluruhan pernyataan yang disampaikan.
Ia mengatakan pada saat diskusi daring tersebut, dirinya sempat menyinggung soal masalah penegakan hukum di Indonesia.
Kalau dilihat dari pelanggaran PSBB seperti yang dituduhkan kepada Habib Bahar bin Smith, ia menilai banyak orang yang melakukannya.
"Cuma masalahnya dia 'terpilih' atau enggak. Jadi bukan 'terpilih' sebagai apa. Tapi 'terpilih' untuk diciduk kembali, dilaporkan atau apa?" ungkapnya seperti dikutip Suara.com.
Mantan komisaris utama PT Pelindo I itupun lantas meluruskan maksud kata 'terpilih' dalam konteks tersebut sejatinya adalah proses penegakan hukum yang memuat sisi subjektivitas.
Ia lantas menganalogikan nasib Habib Bahar bin Smith serupa dengan Muhammad Said Didu yang berseteru dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).
Baca Juga: Angkat Pangan Lokal, Sangihe Terapkan Dua Hari Tanpa Makan Nasi
"Makanya saya memberi contoh Said Didu. Said Didu sama seperti Habib Bahar, 'terpilih' untuk dilaporkan. Selain Said Didu, kan ada Bang Faisal Basri yang mengkritik LBP. Kritik Bang Faisal lebih keras, tapi Said Didu yang dilaporkan," sambungnya.
Lebih lanjut, Refly Harun menuturkan proses penegakan hukum sedemikian rupa juga muncul dalam kasus korupsi.
Ketika ada yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, kata dia, ada yang ngomong lagi apes aja. Apes dalam arti kata lain dia 'terpilih' untuk ditangkap KPK.
Di sisi lain, meski menyoroti proses penegakan hukum dalam pelanggaran PSBB yang terasa tebang pilih, ia menuturkan dalih penangkapan Habib Bahar bin Smith objektif.
Sebab, Habib Bahar bin Smith kala itu masih menjalani asimilasi yang mana menuntutnya untuk mematuhi aturan proses tersebut.
"Alasannya masuk akal, karena dalam proses asimilasi. Terus menurut penegak hukum memiliki alasan lain seperti ceramah atau statement (yang dinilai memicu kegaduhan)," ucapnya.
Berita Terkait
-
Merasa Didiskriminasi, Kuasa Hukum Habib Bahar Minta DPR Tegur Menkumham
-
Klaim Patuhi Aturan dan Bayar Rp50 Juta, Bahar Smith Minta Dibebaskan
-
Ceramah Bahar bin Smith Disoal, Pengacara: Pemerintah Kita Diduga Baper
-
Merasa Didiskriminasi, Bahar bin Smith akan Surati DPR hingga Komnas HAM
-
Dari Istri dan Ibu, Fadli Zon Ungkap Fakta Baru Penahanan Habib Bahar
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
-
Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi
-
Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Hadirkan Mahfud MD hingga Refly Harun ke Senayan
-
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
-
The Economist Kritik Habis Trump: Perang Anda Melawan Iran Tak Akan Berhasil
-
Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Lautan Manusia Saksikan Sumpah Setia Mojtaba Khamenei Pemimpin Revolusi Islam Baru di Teheran
-
Adu Domba AS-Israel? Iran Bantah Rudal Mereka Serang Turki, Erdogan Buka Suara