- Dosen hukum pidana Untag Semarang berinisial DLL ditemukan tewas tanpa busana di kamar kosnya pada 17 November.
- Anggota polisi berpangkat AKBP Basuki, yang menjadi pelapor, diamankan dalam penempatan khusus selama 20 hari.
- Penyelidikan kasus kematian ini menghadapi kendala teknis karena polisi belum berhasil membuka ponsel milik korban.
5. Ada Riwayat Kesehatan Serius Sebelum Meninggal
Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat dirawat di rumah sakit (tanggal 15-16 November 2025) karena mengalami keluhan darah tinggi dengan tensi mencapai 190, serta gula darah yang sangat tinggi, yakni 600.
Setelah pulang dari rumah sakit, korban sempat meminta dibaluri minyak kayu putih sebelum ditemukan tewas keesokan harinya.
6. Kejanggalan Disorot Alumni Untag
Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang menilai kematian DLL "janggal" dan meminta kepolisian menangani kasus ini secara objektif dan terang benderang.
Mereka menyoroti keberadaan anggota polisi yang tidak memiliki kaitan dengan tindak pidana berada di kamar korban saat kejadian, dan khawatir adanya upaya untuk menutup-nutupi kasus demi mengamankan oknum tertentu.
7. Penyelidikan Pidana dan Kendala Pembukaan Ponsel Korban
Polda Jateng memastikan menangani kasus ini secara pidana untuk mengungkap penyebab pasti kematian DLL.
Namun, proses penyelidikan sempat mengalami hambatan karena kepolisian mengaku belum berhasil membuka ponsel milik korban, yang sangat penting untuk menelusuri komunikasi dan kronologi sebelum kejadian.
Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Peran Penting Polisi di Kemenhut
Tindakan Bidpropam yang mengamankan AKBP Basuki dalam patsus ditegaskan sebagai langkah awal untuk memastikan pemeriksaan dapat berjalan secara profesional, transparan, dan objektif, mengingat perannya yang sentral sebagai saksi kunci.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan