- Mia Khalifa mengecam keras serangan udara Israel dan Amerika Serikat terhadap infrastruktur sipil di Lebanon pada Kamis, 9 April.
- Serangan tersebut menghantam pemukiman hingga rumah sakit di Lebanon, meski sebelumnya sempat diumumkan kesepakatan gencatan senjata oleh Pakistan.
- Eskalasi militer ini menyebabkan sekitar 250 orang tewas serta memicu penutupan Selat Hormuz oleh pemerintah negara Iran.
Ia juga mempertanyakan kapan kekerasan ini akan berakhir, dan menyatakan solidaritas penuh bagi rakyat Lebanon yang kini berada di bawah bayang-bayang ketakutan.
Menurutnya, serangan yang terjadi saat ini merupakan serangan terang-terangan terhadap kedaulatan sebuah negara.
“Ini gila. Kita menyaksikan ini terjadi di depan mata kita pada suatu bangsa, dan sekarang kita menyaksikan hal itu terjadi di depan mata kita secara terang-terangan dan terbuka pada negara berdaulat lainnya. Kapan ini akan berakhir? Kapan ini akan berhenti? Pikiran saya bersama semua orang di Lebanon saat ini,” tambah Khalifa.
Pada akhir pesannya, ia menutup dengan kalimat emosional, “Hati saya ikut merasakan apa yang terjadi pada kalian. Sungguh, saya tidak ingin menangis di sini, karena saya sangat beruntung. Saya sangat beruntung, tetapi….”
Gagalnya Gencatan Senjata dan Eskalasi Besar
Serangan yang dikomentari oleh Khalifa ini terjadi tak lama setelah pengumuman gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan antara AS dan Iran, Rabu (8/4).
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, sebelumnya telah menyatakan melalui platform X bahwa aliansi tersebut telah menyetujui gencatan senjata segera di seluruh wilayah, termasuk Lebanon.
Namun, perdamaian tersebut hanya bertahan sekejap. Israel segera meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai "serangan terkoordinasi terbesar di seluruh Lebanon."
Militer Israel mengklaim telah menghantam lebih dari 100 target dalam waktu hanya 10 menit. Laporan awal menyebutkan bahwa sekitar 250 orang tewas dalam serangan kilat tersebut.
Baca Juga: Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
Dampak dari eskalasi ini sangat luas. Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan tersebut.
Sementara di lain sisi, AS menyatakan penghentian operasi militer di Lebanon sebenarnya tidak pernah menjadi bagian dari rincian perjanjian gencatan senjata yang dibicarakan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga mengisyaratkan meskipun pihaknya mendukung prinsip gencatan senjata, operasi militer di Lebanon akan tetap dilanjutkan demi kepentingan keamanan mereka.
Berita Terkait
-
Iran Bakal Bombardir Israel Jika Tetap Langgar Gencatan Senjata di Lebanon: Waktu Hampir Habis!
-
Donald Trump Peringatkan Iran Stop Pungutan di Selat Hormuz
-
Mojtaba Khamenei Tegaskan Tidak Mau Perang Tapi Tetap Pertahankan Seluruh Hak Bangsanya
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
WFH Jumat Perdana, Sebagian Kursi ASN Jakarta di Balai Kota Tak Terisi
-
Indonesia Lebih Dulu, Kenapa Donald Trump Pilih Pakistan Jadi Mediator Damai?
-
Iran Endus Rencana Licik AS: Curiga Sabotase Perundingan dan Jadikan Israel Tameng
-
BRIN Kembangkan Teknologi Plasma, Mungkinkah Produksi Pupuk Lebih Ramah Lingkungan?
-
Gencatan Senjata Terancam Batal, Iran Bersumpah Bakal Hanguskan Seluruh Aset AS di Timur Tengah
-
Netanyahu Siap Negosiasi Langsung dengan Lebanon Usai Serangan Maut
-
Dinilai Lebih Hemat, Bisakah Energi Surya Gantikan PLTD dan Kurangi Impor BBM?
-
Hilang 2 Hari, Mobil Boks Curian Tiba-Tiba Muncul Terparkir di Jalan S Parman
-
Ramai Polemik Blokir Komdigi: Magdalene dan Kritik Warganet Dibungkam?
-
Menlu Iran Peringatkan Amerika Serikat Jangan Mau Jadi Pion Benjamin Netanyahu