-
Mojtaba Khamenei mengklaim Iran menang telak atas agresi militer Amerika Serikat dan Israel.
-
Gencatan senjata terancam gagal total akibat serangan udara Israel yang menewaskan ratusan warga Lebanon.
-
Iran bersiap memulai fase baru di Selat Hormuz sambil menuntut kompensasi kerusakan perang.
Suara.com - Pemimpin tertinggi Iran yang baru saja muncul ke publik, Mojtaba Khamenei, secara berani mendeklarasikan sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai kemenangan final.
Pernyataan ini mencuat di tengah kondisi gencatan senjata yang sangat rapuh antara pihak Teheran dengan koalisi Amerika Serikat serta Israel.
Klaim kemenangan tersebut disampaikan tepat pada peringatan 40 hari wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan awal perang.
Mojtaba menegaskan bahwa selama periode pertempuran yang intens tersebut, kekuatan militer Iran telah berhasil membuat seluruh dunia merasa terkejut dan heran.
Meskipun baru bersuara setelah sekian lama, pria berusia 58 tahun ini memastikan bahwa negaranya tidak pernah memiliki niat untuk memulai peperangan.
Ia menekankan bahwa langkah militer yang diambil selama ini merupakan bentuk perjuangan demi mempertahankan hak-hak yang sah secara internasional.
Khamenei mengirimkan pesan peringatan yang sangat keras kepada pihak lawan yang telah melakukan agresi militer terhadap wilayah kedaulatan Iran.
“Kami tentu tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami tanpa hukuman,” tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi di televisi dikutip dari Al Jazeera.
Ia juga menuntut adanya pertanggungjawaban berupa materiil serta penghormatan atas pengorbanan nyawa yang telah hilang selama masa konflik.
Baca Juga: Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran
Khamenei menambahkan bahwa Iran akan “menuntut kompensasi atas semua kerusakan, serta darah para martir dan mereka yang terluka.”
Sorotan dunia kini tertuju pada jalur perdagangan energi paling vital di dunia, yakni Selat Hormuz, yang selama ini berada di bawah kendali Iran.
Sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu, Iran telah menerapkan blokade yang sangat ketat di kawasan perairan strategis tersebut.
Khamenei mengisyaratkan bahwa taktik mereka di wilayah perairan itu akan segera beralih menuju sebuah fase yang lebih baru.
Walaupun tidak merinci detail teknisnya, fase baru ini diprediksi akan menjadi kartu as Iran dalam proses negosiasi damai mendatang.
Hal ini menjadi krusial mengingat Selat Hormuz adalah titik tawar utama dalam draf perdamaian yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana