- Presiden Grab, Alex Hungate mengatakan pihaknya memang tidak menutup kemungkinan untuk merger dengan raksasa teknologi Indonesia, GOTO.
- Pertumbuhan Grab di Indonesia sedang bagus, jadi belum ada keperluan untuk merger dengan GOTO.
- Merter GOTO - Grab dikabarkan akan melibatkan Danantara dan didorong oleh Softbank.
Suara.com - Grab pada akhir pekan kemarin menanggapi kabar akan melakukan merger dengan GOTO. Presiden Grab, Alex Hungate mengatakan pihaknya memang tidak menutup kemungkinan untuk merger dengan raksasa teknologi Indonesia, GOTO tapi untuk saat ini hal itu belum akan terwujud.
Berbicara dalam sebuah konferensi ekonomi yang digelar Bloomberg di Ho Chi Minh, Vietnam pada 14 November kemarin, Hungate mengaku sudah mendengar rumor rencana merger GOTO - Grab. Tetapi ia mengatakan isu itu terus muncul dalam enam tahun terakhir.
"Kalau ada peluang untuk tumbuh lebih cepat lewat merger dan akuisisi, tentu kami akan mengambilnya," terang Hungate dilansir dari The Business Times.
"Tapi standarnya harus sangat tinggi, karena kami harus menggunakan duit pada pemegang saham. Apa lagi pertumbuhan organik kami di Indonesia saat ini sedang bagus-bagusnya," imbuh dia.
Menurut data Euromonitor International, pangsa pasar tranportasi online Grab di Indonesia kini sudah mencapai lebih dari 60 persen.
Ada Danantara antara GOTO dan Grab
Sebelumnya diwartakan merger GOTO dan Grab akan melibatkan Danantara agar berjalan mulus. Kedua perusahaan dikabarkan menawarkan saham emas atau saham minoritas dengan hak khusus kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Tawaran ini menjadi kunci persetujuan merger, mengingat sensitivitas politik dan ekonomi dari entitas gabungan yang akan menguasai pasar gig economy Indonesia.
Menurut sumber yang dikutip Financial Times, tawaran saham minoritas kepada Danantara disertai dengan hak khusus atas cabang Indonesia dari entitas gabungan. Hak khusus ini mencakup hak bersuara pada isu-isu krusial seperti gaji pengemudi.
Baca Juga: Saham GOTO: Saham Diburu Asing, Kabar Terbaru Merger Grab, dan Isu Pergantian CEO
"Bisnis ini sarat dengan ketegangan politik karena Anda mempekerjakan begitu banyak orang dalam gig economy," kata sumber tersebut. "Anda ingin dekat dengan pemerintah." tambah sumber itu dikutip Jumat (14/11/2025).
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, membenarkan adanya rencana penggabungan ini, serta keterlibatan Danantara untuk merealisasikannya, meskipun skema merger atau akuisisi masih dicari bentuknya. Tujuan utama pemerintah adalah memastikan perusahaan tetap berjalan demi pelayanan yang lebih baik dan menjaga jutaan mitra ojek online yang kini dianggap sebagai 'pahlawan ekonomi'.
Softbank: Dalang di Balik Layar
Di balik hiruk pikuk negosiasi, satu nama besar menjadi sutradara utama yang terus mendorong penyatuan dua rival abadi ini yakni SoftBank Group Corp. Pertanyaannya, mengapa fund manager asal Jepang yang dipimpin Masayoshi Son ini begitu ngotot melihat kedua decacorn ini bersatu?
SoftBank bukanlah investor biasa, mereka adalah arsitek sejati dari peta persaingan teknologi di Asia Tenggara. Melalui dana investasi raksasa mereka, Vision Fund, SoftBank menanamkan modal jumbo di kedua belah pihak yang bersaing.
Berdasarkan data SoftBank adalah pemegang saham terbesar Grab sementara di GoTo perusahaan ini memiliki kepentingan signifikan dan merupakan salah satu investor awal GoJek. Posisi unik ini membuat SoftBank berada dalam dilema klasik yakni investor yang mendanai dua musuh bebuyutan.
Berita Terkait
-
Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara
-
SoftBank Sutradara Merger Dua Musuh Bebuyutan GoTo dan Grab
-
GoTo Jawab Isu Terkait RUPSLB, Escrow Fund dan Merger dengan Grab
-
Jawaban GoTo Usai Beredar Usul Patrick Walujo Diganti
-
Investasi Rp6,4 Triliun di GOTO Diselidiki Kejagung, Intip Perkembangan Terbarunya
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Bos BEI Incar Pasar Modal RI Masuk 10 Besar Bursa Dunia
-
ASN Digital 2026: Cara Login, Aktivasi MFA, dan Integrasi SIASIN e-Kinerja
-
Soroti Sanitasi di Aceh Tamiang Pascabencana, Kementerian PU Siapkan TPA Rantau
-
Menhub Ungkap Hari Ini Puncak Arus Balik Nataru
-
Menhub Ungkap Hari Ini Puncak Arus Balik Nataru
-
Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI
-
Tarif Listrik Kuartal I 2026 Tak Naik, PLN Berikan Penjelasan
-
Dana Sisa Anggaran Himbara Ditarik Rp75 Triliun, Menkeu Mau Bagi-bagi ke Kementerian
-
Purbaya Curhat Kena Omel Gegara Coretax Banyak Eror, Akui Masih Rumit
-
Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru