-
OJK memperkuat pasar modal dengan tiga senjata utama—tata kelola (GCG), inovasi, dan modal kuat—agar ekonomi RI tetap kokoh menghadapi gejolak global.
-
BEI menargetkan masuk jajaran 10 bursa terbesar dunia dengan memanfaatkan program Liquidity Provider untuk menjaga saham tetap aktif dan bernilai wajar.
-
Pasar modal kini bertransformasi menjadi mesin vital pembiayaan pembangunan nasional yang inklusif, bukan lagi pelengkap ekonomi semata.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pasar Modal Indonesia semakin tangguh menghadapi berbagai gejolak.
Hal ini berperan besar dalam menjadi sumber pembiayaan bagi pembangunan nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pasar modal Indonesia diharapkan tidak hanya tangguh menghadapi disrupsi global.
Tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Apalagi, ketidakpastian global yang berlangsung saat ini telah menjadi kondisi geopolitik baru yang harus disikapi secara strategis oleh seluruh pelaku sektor jasa keuangan (SJK), dunia usaha, dan Pasar Modal.
"Sektor jasa keuangan dan pasar modal memiliki peran strategis untuk menyediakan sumber pembiayaan jangka panjang yang kredibel, efisien dan mendukung transformasi industri nasional," kata Mahendra dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Sehingga, dia menambahkan, setiap kebijakan, keputusan dan inovasi yang lahir berorientasi pada keseimbangan antara daya saing dan keberlanjutan.
Menurutnya, ada tiga pilar utama yang menjadi kekuatan fundamental dalam memperkuat peran sektor jasa keuangan dan pasar modal, yaitu tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG), inovasi yang berkelanjutan dan struktur permodalan yang kokoh.
Dijelaskannya, ketiga pilar ini tidak berdiri sendiri, GCG memberiarah, inovasi memberi kecepatan, dan modal memberi tenaga.
Baca Juga: Aturan Baru OJK: Rekening Tidak Ada Transaksi Setahun Ada Konsekuensinya?
GCG bukan hanya sekedar kewajiban kepatuhan, melainkan fondasikepercayaan dan keberlanjutan.
Transparansi dan akuntabilitas yang kuat akan menjadi penopang kepercayaan investor dan publik.
"Selain itu, inovasi yang berkelanjutan juga sangat diperlukan. Inovasi dapat hadir dari proses bisnis yang lebih efisien, adopsi teknologi digital, hingga layanan yang lebih inklusif dan ramah lingkungan," ungkap Mahendra.
"Keseimbangan di antara ketiganya menentukan seberapa jauh perusahaan dapat melangkah ke depan," tambah dia.
Dibutuhkan pula struktur permodalan yang kokoh. Di tengah volatilitas global, kecukupan modal menjadi syarat untuk tumbuh, berekspansi, dan berinovasi dengan keyakinan.
Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menyampaikan bahwa terdapat perubahan perilaku investor di Pasar Saham Indonesia, misalnya perubahan preferensi saham yang ditransaksikan.
Berita Terkait
-
7 Cara Perbaiki BI Checking (SLIK OJK) Agar Pinjaman Cepat Cair
-
OJK Imbau KBMI I Naik Kelas atau Konsolidasi, Ini Daftar Bank yang Berpeluang Terdampak
-
OJK Dorong Bank Kecil dengan Modal Minim untuk Konsolidasi
-
OJK Tegaskan SLIK Bukan Penghambat untuk Pinjaman Kredit
-
100.565 Rekening Telah Diblokir Terkait Penipuan, Total Kerugian Masyarakat Capai Rp 7,5 Triliun
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai