- Ekonom Bank Permata menyarankan pemerintah kompak menyelamatkan industri otomotif pada tahun 2026 mendatang.
- Menteri Koordinator Perekonomian meniadakan insentif, namun Menteri Perindustrian menganggap insentif perlu untuk pemulihan industri.
- Industri otomotif dinilai penting karena berkontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026.
Suara.com - Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, meminta pemerintah harus kompak dalam menyelamatkan industri otomotif si tahun 2026.
Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato, mengatakan tidak ada insentif untuk industri otomotif tahun depan.
Namun, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan bahwa industri otomotif perlu diselamatkan karena kondisinya sedang terpuruk. Salah satunya dengan adanya insentif di sektor otomotif.
"Jadi kita harus melihat ini aspek secara gambaran garis besar, dari kacamata yang lebih luasnya lagi, bagaimana kita mendorong industri otomotif, karena kalau kita melihat industri otomotif dalam beberapa kuartal terakhir ini, kinerjanya memang kurang begitu menggembirakan," katanya kepada Suara.com di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Menurut dia, meningkatkan pasar industri otomotif sangat penting untuk menyumbang pertumbuhan ekonomi.
Apalagi, pembelian mobil dan motor salah satu sektor yang penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di 2026.
"Jadi bagaimana kita bisa mengembangkan kinerja sektor industri otomotif ini, yang memang notabene adalah sektor industri yang memiliki backward linkage dan juga forward linkage yang baik. Artinya sektor ikutannya banyak, dan juga dampaknya signifikan buat ekonominya, dan artinya kita harus, ya tentunya sinergi lagi," jelas Josua.
Dia meminta kedua seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian harus berkomunikasi dalam mengatasi solusi di industri otomotif.
Salah satunya memberikan insentif pada sektor otomotif harus diiringi dengan berbagai pertimbangan agar tidak merugikan.
Baca Juga: Purbaya Ultimatum OJK-BEI Bereskan Saham Gorengan 6 Bulan, Siap Kasih Insentif
"Tapi tentunya pemerintah perlu melihat dari sisi jauh lebih gambaran lebih luasnya lagi, bagaimana kalau misalkan, tentu pasti ada dampak evolusi, kalau kebijakan ini diterapkan, Jadi semuanya pasti harus dikomunikasikan lagi," tandasnya.
Berita Terkait
-
Pemerintah Siapkan 'Kado' Nataru, Stimulus Ekonomi ke-3 Siap Guyur Tiket Murah hingga PPN
-
Guru Penanggung Jawab MBG Dapat Insentif 100 Ribu per Hari, Ini Regulasinya
-
Airlangga Ungkap 8 Paket Ekonomi, Diskon Pajak hingga Bantuan Pangan Diperluas
-
Kabar Gembira untuk UMKM! Pajak Final 0,5 Persen Diperpanjang Hingga 2029, Beban Usaha Makin Ringan!
-
Kabar Gembira! Pemerintah Bebaskan Pajak Gaji di Bawah Rp10 Juta
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja
-
Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi
-
Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial
-
Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal
-
1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun
-
Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus