Bisnis / Makro
Kamis, 09 April 2026 | 07:19 WIB
IHSG [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom]
Baca 10 detik
  • Pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berhasil memulihkan sentimen positif di pasar keuangan global.
  • IHSG merespons kesepakatan tersebut dengan lonjakan 4,42 persen disertai masuknya aliran dana asing sebesar Rp573 miliar.
  • Penurunan drastis harga minyak dunia terjadi setelah Iran menjamin keamanan jalur pelayaran di wilayah Selat Hormuz.

Suara.com - Setelah lima pekan dicekam ketegangan yang membuat investor menahan napas, pasar keuangan global akhirnya bisa bernapas lega.  Pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis utama yang membuat bursa saham dunia, termasuk Indonesia, "menghijau".

IHSG pada perdagangan kemarin tampil perkasa dengan lonjakan 4,42%. Tidak hanya sekadar naik, penguatan ini juga dikonfirmasi dengan masuknya aliran dana asing (net buy) sebesar Rp573 miliar.

Saham-saham seperti BBNI, AADI, BBCA, hingga emiten komoditas BRMS dan ENRG menjadi primadona yang paling banyak diborong investor luar negeri.

Untuk hari ini, IHSG diprediksi masih punya tenaga untuk melanjutkan reli penguatannya. Secara teknikal, indeks kini memiliki landasan support di level 7.050–7.100, dengan potensi mengejar area resistance di rentang 7.300–7.400.

Sentimen positif ini berakar dari keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan penangguhan serangan terhadap Iran selama dua pekan melalui platform Truth Social.

Langkah ini menyusul adanya proposal 10 poin dari Teheran yang mencakup syarat krusial: pembukaan kembali Selat Hormuz.

Respon Pasar

Wall Street: Dow Jones melonjak 2,85%, S&P 500 naik 2,51%, dan Nasdaq melesat 2,80%.

Bursa Asia: Nikkei Jepang meroket 5,4%, sementara Kospi Korea Selatan memimpin dengan kenaikan fantastis 6,9%.

Baca Juga: Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa

Komoditas: Meredanya risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia "longsor". Minyak jenis WTI anjlok lebih dari 16% ke level US$ 94,41 per barel, disusul Brent yang turun ke US$ 94,75 per barel.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pasukannya akan menghentikan operasi pertahanan dan menjamin jalur aman di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata ini.

Kabar bahwa Israel juga menyetujui kesepakatan ini semakin mempertebal optimisme pasar bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah bisa diredam.

Ide Trading Hari Ini: Memanfaatkan Momentum Rebound

Di tengah euforia pasar, BNI Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham yang bisa diperhatikan untuk perdagangan hari ini. Fokus beralih pada saham-saham yang berpotensi melakukan rebound atau melanjutkan tren positifnya:

EMAS & AADI: Disarankan untuk Buy on Weakness. EMAS di area beli 8.075-8.150 (Target: 8.300-8.500), sementara AADI di area 9.950-10.100 (Target: 10.425-10.600).

Load More