Pada 11 Oktober 2022, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menggelar konferensi pers untuk menegaskan keabsahan status akademik Presiden Jokowi.
"Atas data dan Informasi yang kami miliki, dan terdokumentasi dengan baik, kami meyakini mengenai keaslian ijazah sarjana (S1) Ir. Joko Widodo dan yang bersangkutan memang lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada," ujar Prof. Ova Emilia dengan tegas.
UGM membenarkan bahwa Jokowi adalah alumnus program studi S1 Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang dinyatakan lulus pada tahun 1985.
Pernyataan ini diperkuat oleh kesaksian sejumlah teman seangkatan Jokowi yang turut hadir, membenarkan bahwa mereka menempuh pendidikan bersama sang Presiden.
3. Api Kembali Menyala di Panggung Hukum (2024-2025)
Meski gugatan awal telah dicabut, isu ini tidak benar-benar padam.
Pada Desember 2024, sekelompok pihak yang menamakan diri Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), termasuk di dalamnya Eggi Sudjana dan Roy Suryo, kembali melaporkan Jokowi ke Bareskrim Polri dengan tuduhan yang sama.
Jalur hukum lain juga ditempuh. Seorang pengacara bernama Muhammad Taufiq mendaftarkan gugatan perdata di PN Surakarta pada April 2025, menempatkan Jokowi, KPU, SMAN 6 Surakarta, dan UGM sebagai tergugat.
Namun, upaya ini menemui jalan buntu. Pada 7 Juli 2025, majelis hakim PN Surakarta memutuskan gugatan tersebut gugur.
Alasannya, "Menyatakan Pengadilan Negeri tidak berwenang mengadili perkara ini," sesuai bunyi putusan hakim yang mengabulkan eksepsi para tergugat.
Baca Juga: Gajah Gantikan Mawar, PSI Incar Pemilih Jokowi dan 'Curi' Warna PDIP?
4. Babak Baru Penuh Drama: Saling Lapor dan Klarifikasi Mengejutkan
Memasuki pertengahan 2025, situasi semakin memanas dan kompleks. Di satu sisi, Polda Metro Jaya telah menaikkan status laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan pihak Jokowi terhadap para penuduh ke tahap penyidikan.
Di sisi lain, Bareskrim Polri menggelar perkara khusus pada Juli 2025 atas permintaan TPUA, setelah sebelumnya penyelidikan sempat dihentikan karena hasil uji forensik menyatakan ijazah Jokowi identik dengan lulusan lain.
Sebuah drama tak terduga muncul dari mantan Rektor UGM periode 2002-2007, Prof. Sofian Effendi.
Pernyataannya dalam sebuah wawancara YouTube yang meragukan ijazah Jokowi sempat viral. Namun, sehari kemudian, pada 17 Juli 2025, ia membuat surat klarifikasi resmi.
"Saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran," tulisnya.
Polemik ini juga melahirkan gugatan balasan.
Paiman Raharjo, yang dituding oleh pihak Roy Suryo cs sebagai pemilik percetakan ijazah palsu, menggugat balik sebesar Rp1,5 miliar ke PN Jakarta Pusat.
Di tengah pusaran hukum ini, Presiden Jokowi akhirnya angkat bicara, menduga ada agenda politik besar di baliknya dan menyatakan kesiapannya untuk membuktikan keaslian ijazahnya di pengadilan.
Tag
Berita Terkait
-
Gajah Gantikan Mawar, PSI Incar Pemilih Jokowi dan 'Curi' Warna PDIP?
-
Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Masuk Tahap Penyidikan, Penetapan Tersangka Kian Dekat
-
Isu Ijazah Jokowi Kembali Memanas: UGM Curiga Ada yang 'Menggiring' Mantan Rektor
-
Perubahan Logo PSI dari Mawar ke Gajah Disebut Gambaran Kuatnya Intervensi Jokowi
-
Dino Patti Djalal Unggah Ijazah S3 Sembari Senggol Jokowi, Kebanting!
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN
-
Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako
-
Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN
-
Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP