Pernyataan itu menuai cibiran publik karena kontras dengan sikapnya di masa lalu.
KPK sendiri memastikan Noel menerima uang pemerasan senilai Rp3 miliar pada Desember 2024.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan bahwa uang tersebut mengalir kepada pihak penyelenggara negara dengan inisial IEG, yang tak lain adalah Immanuel Ebenezer.
Selain uang, Noel juga diduga menerima sebuah motor mewah Ducati Scrambler berwarna hitam dan biru.
Dari giat OTT, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai serta 22 kendaraan, terdiri dari 15 mobil dan 7 sepeda motor.
Sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Noel, dan ditahan selama 20 hari pertama, sejak 22 Agustus hingga 10 September 2025.
Selain pernyataannya tentang menteri korup pantas dihukum mati, sejumlah unggahan lama di media sosial Noel juga kembali viral.
Kembali pada 1 April 2019, akun Twitter bernama @wamennoel98 menuliskan kalimat yang menyinggung Prabowo Subianto.
"PRABOWO ITU ANCAMAN BUAT DEMOKRASI DAN KEMANUSIAAN!!!" tulis akun tersebut.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan KPK Jerat Wamenaker Noel dengan Pasal Pemerasan, Bukan Sekadar Suap
Unggahan itu dibuat di masa Pilpres 2019, ketika Noel masih aktif sebagai Ketua Jokowi Mania dan Prabowo menjadi lawan politik Joko Widodo.
Dalam unggahan lain, dia kembali mencemooh sang Presiden dengan menyebutnya penculik.
"Nggak kebayang, kalau si Wowo berkuasa. Mau jadi apa bangsa ini dibawa," tulisnya.
"Aku dengan tegas menolak penculik memimpin republik ini, jangan kau culik harapan kami dan jangan kau culik masa depan kami, aku menolakmu!!!" tegasnya.
Pilpres 2019 berakhir dengan kemenangan Jokowi, sementara Prabowo gagal.
Ironinya, lima tahun setelahnya, Noel justru memohon belas kasihan kepada sosok yang pernah dia serang habis-habisan.
Berita Terkait
-
Noel Siap Jalani Sidang Kasus K3, Penampilan Peci dan Sorban Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Eks Wamenaker Noel
-
Tak Hanya Noel, KPK Kini Kejar Semua 'Tangan' yang Terima Duit Korupsi Kemenaker
-
Terungkap! KPK Masih 'Berburu' Saksi Kunci, Penahanan Noel Diperpanjang
-
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Bungkam soal Kabar Jadi Justice Collaborator KPK
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional