- Wagub Babel, Hellyana, diperiksa 10 jam oleh Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan ijazah palsu Universitas Azzahra.
- Penyidik fokus pada keabsahan riwayat pendidikan Hellyana, sementara kuasa hukum meminta audit forensik ijazah belum terlaksana.
- Kasus ini mencuat sejak Juli 2025 setelah laporan mahasiswa menyoroti perbedaan data ijazah dengan PD Dikti.
Suara.com - Suasana di Gedung Bareskrim Polri terasa tegang saat Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub Babel), Hellyana, menjalani pemeriksaan maraton selama 10 jam. Dengan status sebagai tersangka kasus dugaan ijazah palsu.
Hellyana dicecar penyidik Bareskrim Polri dengan 25 pertanyaan yang seluruhnya berpusat pada satu hal, yakni soal keabsahan ijazah sarjana miliknya.
Pemeriksaan intensif ini menjadi babak baru dalam pusaran kasus yang menjerat orang nomor dua di Babel tersebut.
Kuasa hukum Hellyana, Zainul Arifin, yang setia mendampingi kliennya, mengungkapkan bahwa fokus utama penyidik adalah untuk mengorek sedalam-dalamnya riwayat pendidikan sang wakil gubernur di Universitas Azzahra, Jakarta.
“Sebagian besar pertanyaan itu hanya berkaitan dengan proses beliau kuliah di Universitas Azzahra. Kemudian kedua, terkait dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan beliau, contohnya dekan, rektor, dan lain-lain,” kata Zainul Arifin saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Di tengah proses hukum yang berjalan, pihak Hellyana justru menyoroti satu hal krusial yang mereka anggap belum tersentuh oleh penyidik.
Zainul mengaku telah secara proaktif meminta penyidik untuk segera melakukan audit forensik terhadap ijazah yang kini menjadi sumber polemik.
Menurutnya, langkah tersebut adalah cara paling objektif untuk membuktikan keaslian dokumen tersebut. Namun, permintaan itu tampaknya belum membuahkan hasil.
“Kami tanyakan kepada penyidik, ternyata sampai hari ini audit forensik atau labfor (laboratorium forensik) itu belum ada,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga: Sikat 21 Situs Judi Online Internasional, Bareskrim Sita Rp59 Miliar dan Ringkus 5 Tersangka
Di sisi lain, Hellyana sendiri akhirnya angkat bicara, memberikan sekelumit kisah di balik perjalanannya meraih gelar sarjana.
Ia menjelaskan bahwa statusnya di Universitas Azzahra adalah sebagai mahasiswa pindahan dari Akademi Akuntansi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara (AA YKPN).
Jadwal kuliahnya pun tak biasa. Karena kesibukannya sebagai pejabat publik, ia mengambil kelas eksekutif yang hanya berlangsung pada akhir pekan.
Ia menuturkan, pilihan itu diambil untuk menyeimbangkan antara tugasnya sebagai wakil rakyat dan kewajibannya sebagai seorang istri yang harus bolak-balik Belitung-Jakarta.
“Waktu itu saya anggota DPRD Kabupaten Belitung, tapi suami waktu itu di PN Jakarta Pusat. Jadi, Sabtu-Minggu saya biasanya berada di Jakarta. Waktu itulah saya kuliah dan menamatkan di Azzahra,” ucapnya, mencoba memberikan konteks pada riwayat pendidikannya.
Kasus yang kini mengancam posisi politik Hellyana ini pertama kali meledak pada Juli 2025. Laporan dilayangkan oleh seorang mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung bernama Ahmad Sidik, yang merasa ada kejanggalan serius pada data pendidikan sang wakil gubernur.
Berita Terkait
-
Polisi Sita Rp37,6 Miliar dari Ratusan Rekening Judol
-
Sikat 21 Situs Judi Online Internasional, Bareskrim Sita Rp59 Miliar dan Ringkus 5 Tersangka
-
Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Penuhi Panggilan Mabes Polri: Tidak Ada Niat Jahat
-
Polri Didesak Usut Kasus Penghinaan Pandji Pragiwaksono ke Adat Toraja
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji